Posted in Experience, Happy Writing, Point of View, Spill Out

Nilai Bukan Segalanya

If you get an A- then you should proud. Because in my class, only one person will get A

Awal mendengar kalimat itu, gw pikir gw salah dengar. Tapi ternyata tidak. Ternyata masih ada juga dosen yang tetap menggunakan prinsip distribusi normal untuk pemberian nilai. Prinsip distribusi normal dalam pemberian nilai pernah gw alami di S1 dulu. Mungkin karena pengaruh usia, maka dosen mata kuliah di S1 tersebut tetap berpegang teguh pada prinsip distribusi normal. Masih teringat jelas, pertama kali dosen tersebut masuk dan menjelaskan cara penilaian kuliah tersebut beliau dengan tegas mengatakan pasti selalu ada mahasiswa/i yang tidak lulus di kelasnya dan itu merupakan hal yang wajar jika menggunakan distribusi normal. Gara-gara hal itu makanya gw kurang suka dengan distribusi normal 😦 dan benar saja, ketika nilai akhir keluar, sekitar hmm..mungkin 9-10 orang teman sekelas gw tidak lulus mata kuliah tersebut. Dosen tersebut benar-benar memperhatikan tata cara penulisan jawaban ujian. Harus baku dan sesuai EYD. Tidak boleh menggunakan tip-ex. Bahkan tugasnya pun harus ditulis tangan berlembar-lembar di kertas folio. Katanya, biar tidak ada mahasiswa/i yang saling mencontek 😐

Bagian yang tidak gw sukai dari sistem pendidikan formal ini adalah adanya batasan nilai kelulusan. Padahal nilai sebenarnya tidak menjamin seseorang benar-benar memahami pelajaran tersebut (tapi gw juga termasuk orang yang mementingkan nilai sih). Yah, seperti kata seorang dosen mata kuliah yang sedang gw ambil di sini “how can you expect someone will work hard if they won’t receive anything?”. Karyawan di perusahaan berusaha menyelesaikan pekerjaannya sebaik mungkin karena mereka akan menerima upah setiap bulannya dan bahkan bisa mendapatkan bonus bila pekerjaan mereka sangat bagus. Sama halnya dengan karyawan, rasanya siswa atau mahasiswa tidak akan belajar dengan sungguh-sungguh kalau tidak diberikan nilai. Tentunya para pelajar tidak ingin mendapat nilai jelek sehingga mereka setidaknya akan berusaha belajar untuk mendapatkan nilai bagus. Jadi dapat dikatakan faktor pendorong karyawan bekerja dengan baik adalah upah dan bonus bahkan mungkin promosi, sedangkan faktor pendorong pelajar belajar dengan baik adalah nilai.

Continue reading “Nilai Bukan Segalanya”