Posted in Japan, Travel

[Japan Trip] Day 13: Osaka Museum of Housing & Living, Cruise Ship Santa Maria, Osaka Aquarium (Kaiyukan), Tempozan Ferris Wheel, & Dotonbori

Sebelumnya: [Day 12] Kofukuji, Todaiji, & Kasuga-taisha

IMG_2433.JPG

Tak dirasa sekarang sudah hari terakhir dari perjalanan 2 minggu ke Jepang ūüė¶¬†Karena hari ini hari terakhir, maka jadwalnya pun dibuat lebih santai. Oh iya, khusus untuk hari ini saya membeli 1-Day Osaka Amazing Pass¬†seharga ¬•2300. Harga 2-Day Pass (¬•3000) tentunya lebih menguntungkan daripada 1-Day Pass. Tapi, karena jadwal saya hanya memungkinkan untuk 1 hari, akhirnya saya membeli yang 1-Day Pass saja.

Pagi-pagi sekitar jam 10.30 saya sudah tiba di Osaka Museum of Housing and Living. Museumnya terletak di dekat stasiun Tenjinbashisuji Rokuchome exit 3, tepatnya di Housing Information Center Building 8F. Harga tiket masuk ke museum ini ¥600 tapi karena saya menggunakan 1-Day Pass, jadinya gratis. Di dalam museum juga terdapat layanan penyewaan kimono. Dengan membayar ¥300, pengunjung bisa menggunakan kimono di dalam museum selama 30 menit. Kalau ingin mencoba kimono di museum ini, sebaiknya datang lebih cepat karena ketika saya tiba di sana, antreannya sudah panjang. Saya mendapatkan jadwal sewa kimono di jam 12.00 dan nomor urutan bagian terakhir sehingga saya mendapatkan kimono sisa yang tidak dipilih oleh orang-orang sebelum saya. Akhirnya kimono yang saya gunakan super kebesaran.

Continue reading “[Japan Trip] Day 13: Osaka Museum of Housing & Living, Cruise Ship Santa Maria, Osaka Aquarium (Kaiyukan), Tempozan Ferris Wheel, & Dotonbori”

Posted in Japan, Travel

[Japan Trip] Day 12: Kofukuji, Todaiji, & Kasuga-taisha

Sebelumnya: [Day 11] Universal Studio Japan

Kofukuji

Tujuan hari ini mengunjungi kota dengan banyak rusa, Nara ūüėÄ Dari Osaka ke Nara menghabiskan waktu kira-kira hampir satu jam dengan menggunakan kereta biasa.¬†Begitu sampai di Nara, saya langsung menuju Kofukuji. Di sepanjang jalan menuju Kofukuji, saya bertemu dengan banyak rusa dan juga penjual senbei untuk rusa. Banyak turis yang sedang memberi makan rusa-rusa tersebut. Tapi, karena itu rusa liar, begitu diberi makan, rusanya akan terus-terusan mengikuti si pemberi makan. Bahkan kadang-kadang ada rusa yang menggigit baju karena tidak puas dengan makanan yang diberikan.

Di Kofukuji, ada dua tempat yang bisa dikunjungi: National Treasure Museum (¥600) dan Eastern Golden Hall (¥300). Saya membeli tiket gabungan seharga ¥800. National Treasure Museum memperlihatkan banyak koleksi seni yang berkaitan dengan Buddha. Ketika akan masuk ke museum, petugasnya mengingatkan tidak boleh mengambil foto di dalam museum, makan, minum, dan berisik.



Todaiji

IMG_2126IMG_2141IMG_2146IMG_2160IMG_2204

Dari Kofukuji, saya melanjutkan perjalanan ke Todaiji. Oh iya, mengunjungi Nara berarti banyak berjalan kaki dan jalannya sebagian besar menanjak. Jadi, kalau mau ke Nara, jangan lupa menggunakan sepatu yang nyaman untuk dipakai berjalan jauh.

Continue reading “[Japan Trip] Day 12: Kofukuji, Todaiji, & Kasuga-taisha”

Posted in Japan, Travel

[Japan Trip] Day 11: Universal Studio Japan

Sebelumnya: [Day 10] Himeji Castle, Kokoen Garden, & Mount Shosha

Yuhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu~

Hari ini khusus didedikasikan untuk Universal Studio Japan (USJ) yang terletak di Osaka. Tidak seperti di Disneyland dan Disneysea, kali ini bukan saya yang membeli tiket masuknya. Website USJ versi English tidak menyediakan tempat untuk membeli tiket online.¬†Jadi, saya mencari travel agent di Indonesia yang menjual tiket USJ dan akhirnya salah satu kakak saya yang membeli tiketnya di Jalan Tour. Harganya sih tidak beda jauh dengan versi Jepangnya (yah tergantung kurs) tapi yang berbeda adalah gambar tiketnya. Tiket USJ saya bergambar tokoh-tokoh dari Universal Wonderland sedangkan kalau membeli tiket langsung di USJ akan mendapatkan tiket bergambar Harry Potter ūüė¶

Kelebihan membeli tiket duluan adalah menghemat waktu mengantre. Saya sampai di USJ kira-kira pukul 08.30 dan antriannya sudah super panjang. Posisi pertama saya mengantre bahkan di samping loket membeli tiket. Saya mengantre kira-kira hampir satu jam dan begitu pintu dibuka, pengunjung yang sudah melewati bagian cek tiket langsung berlarian ke arah Wizarding World of Harry Potter (WWOHP). WWOHP memang menjadi tujuan utama sebagian besar pengunjung USJ. Kalau jumlah orang di dalam WWOHP sudah cukup banyak, petugas akan melarang masuk dan kita harus mengambil timed-ticket untuk masuk.

Wizarding World of Harry Potter (WWOHP)

Karena dari awal tujuan utama saya ke USJ adalah mengunjungi WWOHP ini, saya memberitahu kakak saya untuk siap-siap lari begitu sudah lewat pemeriksaan tiket ūüėõ Dan akhirnya kami beneran lari-lari ke tempat WWOHP. Untungnya masih sempat masuk ke dalam dan saya melihat beberapa petugas sudah mulai menghitung jumlah orang yang masuk ke dalam.

Continue reading “[Japan Trip] Day 11: Universal Studio Japan”

Posted in Japan, Travel

[Japan Trip] Day 9: Osaka Castle & Shinsekai

Sebelumnya: [Day 8] Arashiyama Bamboo Grove, Kinkaku-ji, IPPUDO, Kiyomizudera, & Gion

Perjalanan hari ini dimulai dengan naik kereta biasa menuju Osaka. Untungnya hanya perlu satu kali mengganti kereta dan di stasiun tersedia lift sehingga tidak perlu bersusah payah mengangkat koper. Tapi, perjalanan dari stasiun ke apartemen Osaka ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Jalannya tidak terlalu jauh sebenarnya, hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit, tapi masalahnya karena membawa koper jadi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai apartemen menjadi dua kali lipat.

Apartemen Osaka bernuansa modern. Ketika saya sampai di sana, ternyata belum waktunya untuk check-in dan apartemennya belum dibersihkan sama sekali jadi tampak seperti kapal pecah. Saya sempat bertemu dengan pengurus apartemennya dan untungnya saya diperbolehkan untuk menaruh koper dan membawa portable wi-fi keluar. Begitu selesai meletakkan koper, saya langsung menuju Osaka Castle.

Sebelum gerbang besar Osaka Castle terdapat penjual takoyaki yang letaknya agak terpencil. Saya pun mencoba takoyaki di sana. Well, rasanya lumayanlah. Tapi, kalau dibandingkan dengan takoyaki pinggir jalan yang ada di Taipei, takoyaki di sana jauh lebih enak ūüėõ

Osaka Castle buka dari pukul  09.00 sampai 17.00 dan pengunjung wajib membeli tiket masuk seharga ¥600. Bagi pecinta sejarah, Osaka Castle wajib dikunjungi karena isinya barang-barang bersejarah seperti buku, pedang, baju samurai, helmet, simbol tiap klan, dan sebagainya. Osaka Castle sendiri sudah tidak asli karena sudah melalui proses renovasi besar-besaran dan hanya tampak luarnya yang dipertahankan. Bagian dalamnya sendiri sudah bergaya modern (bahkan ada lift) dan dijadikan museum.

Continue reading “[Japan Trip] Day 9: Osaka Castle & Shinsekai”

Posted in Japan, Travel

[Japan Trip] Day 0: Preparation

Reader Note: If I have more leisure time, I will write this post again in English. Meanwhile, if you have any questions in English please drop it in the comment section and I will try my best to answer it ūüôā

Tanggal 11 Oktober sampai 24 Oktober 2015 yang lalu, saya telah mengunjungi negeri matahari terbit (baca: Jepang) dengan tujuan jalan-jalan. Jepang sudah menjadi negara nomor satu yang ingin saya kunjungi sejak saya duduk di bangku kuliah. Bagi beberapa orang yang dekat dengan saya pasti tahu kalau saya terobsesi suka dengan Jepang. Cukup menyodorkan saya dorama atau anime, maka saya bisa duduk diam di depan layar laptop sepanjang hari. Karena kecintaan saya pada hal-hal yang berbau Jepang, Jepang pun menjadi tujuan liburan yang sangat menarik bagi saya. Selain faktor kecintaan saya pada Jepang, alasan lain yang membuat Jepang menarik untuk dikunjungi ialah masih banyaknya tradisi yang dipertahankan. Masih banyak kuil dan bangunan-bangunan bersejarah lainnya yang dapat ditemukan di sana. Jadi, bagi para pecinta sejarah ataupun yang senang dengan arsitektur bangunan, Jepang menjadi salah satu negara yang patut untuk dikunjungi.

Persiapan saya ke Jepang sudah dimulai dari beberapa bulan sebelum keberangkatan apalagi karena saya tidak menggunakan jasa travel/tour sehingga pembuatan visa dan rute perjalanan pun harus disiapkan sendiri. Di tulisan kali ini, saya akan membahas secara umum hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan untuk berangkat ke Jepang. Tulisan-tulisan selanjutnya akan berisi cerita perjalanan saya dari hari pertama hingga hari terakhir.

Tiket Penerbangan

Saya membeli tiket penerbangan ke Jepang sejak bulan Februari. Semuanya berawal dari salah seorang kakak saya yang melihat adanya promo tiket Cathay Pacific dengan menggunakan kartu kredit tertentu. Akhirnya saya menggunakan tiket promo tersebut dengan konsekuensi harus membeli tiket Taiwan-Indonesia (PP) karena berangkatnya harus dari Jakarta. Buat kalian yang mau berangkat ke Jepang, apalagi yang berdomisili di Taiwan, jangan mengikuti jejak saya karena jadinya lebih mahal. Carilah tiket penerbangan langsung dari Taiwan ke Jepang karena selain hemat ongkos, juga menghemat waktu perjalanan. Penerbangan LCC ke Jepang dapat dicari di beberapa situs berikut: Vanilla Air, Peach Aviation, Jetstar, Tigerair, V-Air, dan Scoot.

Visa

Membuat visa Jepang di Taiwan cukup mudah dan hanya membutuhkan waktu 1 hari kerja saja. Penjelasan lengkap mengenai pembuatan visa Jepang di Taiwan dapat dibaca di sini.

Continue reading “[Japan Trip] Day 0: Preparation”