Posted in Happy Writing, Spill Out

I Miss Programming

Yap, sesuai dengan judul cerita kali ini, saya merindukan kegiatan programming alias ngoding. Sungguh sindrom yang aneh. Sejujurnya kemampuan ngoding yang saya miliki biasa-biasa saja. Dulu sewaktu S1 jauh lebih banyak yang lebih “dewa” dari saya dalam hal ngoding. Ada yang super cepat mengerti konsepnya sementara saya membutuhkan waktu lebih lama – mungkin beberapa jam baru mengerti, ada pula yang tiba-tiba kodingannya uda jadi dan jauh lebih efisien dari kodingan yang saya buat, dan berbagai “kedewaan” lainnya. Tapi terlepas dari itu, saya tidak membenci kegiatan ngoding. Saya tidak bisa bilang kalau saya tidak suka dengan ngoding. Menurut saya, ngoding itu selalu memberikan pengalaman baru untuk saya. Selalu memberi sensasi baru.

Teman-teman yang sudah terbiasa ngoding dan stuck selama berjam-jam hingga berhari-hari pasti tau bagaimana rasanya ketika kita berhasil menyelesaikan permasalahan itu. Berbagai hal menarik bisa terjadi di proses ngoding dan debug. Contohnya:

  • Debug berjam-jam dan ternyata hanya kelupaan “titik koma” atau “kurung” rasanya ingin berteriak memarahi diri sendiri karena lupa dengan hal kecil 😛
  • Debug berjam-jam -> tidak menemukan hasilnya -> ketika tidur malah kebawa mimpi dan justru di mimpi itu kita menemukan solusinya. Saya sering mengalami hal yang satu ini. Salah satu contohnya sewaktu mengerjakan Tugas Besar 1 OOP. Ketika deadline menghadang, saya hanya tidur 2-3 jam. Sebelum tidur, saya menghabiskan waktu berjam-jam untuk debug bagian tertentu dan masih tidak menemukan bug-nya padahal teman sekelompok mengatakan algoritma itu sudah benar. Karena sudah suntuk dan sepertinya otak sudah tidak bisa dipakai berpikir, saya pun memutuskan tidur. Anehnya lagi, saya mimpi mengenai algoritma itu dan akhirnya malah mendapatkan solusinya di dalam mimpi. Ketika terbangun, saya langsung memberitahu teman kelompok saya (yang kebetulan menginap di tempat saya karena deadline itu). Teman kelompok saya yang masih baru bangun dan sepertinya nyawanya belum terkumpul tidak mengerti apa yang saya bicarakan. Akhirnya saya menuju desktop dan segera menuliskan apa yang ada di kepala saya sebelum saya lupa dan voila! ketika dicoba ternyata benar-benar berhasil 😀 😀 😀 Rasanya super senang 😀 Saya yakin teman-teman yang pernah mengalami hal seperti ini tau betapa bahagianya saya.

Continue reading “I Miss Programming”