Posted in Prose

Hanya bisa diam

Sunyi..
Angin semilir berhembus seakan menyuarakan isi hatiku yang tak menentu..
Menatap sang malam disinari cahaya rembulan..

Tak terdengar satupun jejak langkah di sekitarku..
Menerawang di kegelapan malam..
Mencari jawaban pertanyaanku selama ini..
Tidak! Tepatnya mencari jawaban seperti yang kuharapkan..

Saat melihat yang lain..
Bahagia, tertawa lepas, bersenda gurau..
Aku hanya bisa tersenyum miris..
Berusaha mengimbangi mereka..
Berusaha tertawa meski hati sakit bagai tertusuk ribuan jarum..

Sakit rasanya..
Namun tak tahu harus kemana kumengadu..
Ingin rasanya kuteriak..
Tapi..teriak pada siapa?
Tak ada yang akan mendengarkanku..

Aku hanya sehelai rumput di pinggir jalan..
Menanti uluran tangan sang baik hati..