Posted in College Life, Experience

Kenapa Kuliah di Luar Negeri?

Kenapa memilih kuliah di Taiwan? Kenapa ga di negara lain?

Kenapa kuliah di luar negeri? Kenapa ga di Indo aja?

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu sering saya temukan baik dari teman-teman saya yang di Indonesia maupun profesor di kampus saya saat ini. Kalau ditanya seperti itu, sesungguhnya saya juga bingung bagaimana seharusnya menjawab pertanyaan tersebut. Salah satu profesor di kampus saya saat ini pernah bertanya kepada saya darimana saya mendengar nama kampus ini dan mengapa akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar ke kampus ini. Dari jawaban yang saya kemukakan, profesor tersebut tampak masih kurang puas. Ia masih penasaran kenapa akhirnya saya memilih Taiwan sebagai tempat studi saya dan bukan memilih negara-negara di sebelah Barat yang pendidikannya lebih maju.

Beberapa teman saya ada yang berpendapat bahwa melanjutkan pendidikan di tingkat S2 dan S3 sebaiknya di luar negeri saja karena melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Indonesia terasa seperti buang-buang waktu. Mungkin karena fasilitas kampus yang belum begitu mendukung untuk riset dan penelitian. Saya sendiri agak setuju dengan pendapat teman saya itu. Saya sudah pernah merasakan S2 di salah satu kampus ternama di Indonesia dan sesungguhnya saya tidak bisa menyebutkan perbedaan antara S2 dan S1 di kampus tersebut. Suasana perkuliahan masih sama, beban tugas hampir sama walau S2 lebih berat tentunya, dan cara mengajar dosen juga hampir sama. Mungkin penyebab saya merasakan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara S1 dan S2 di kampus tersebut ialah karena jurusan yang saya pilih. Sebagian besar jurusan teknik biasanya berkutat dengan eksperimen di lab atau praktik kerja lapangan sedangkan jurusan yang saya tidak. Walaupun ada lab, isinya hanya meja, kursi, dan komputer. Jadi, tidak ada yang namanya praktikum campur-mencampur cairan ajaib dan menunggu hasilnya apa. Segala macam tugas dan praktikum sebenarnya bisa dikerjakan dari rumah masing-masing dan tinggal di-upload ke tempat pengumpulannya.

Continue reading “Kenapa Kuliah di Luar Negeri?”

Posted in College Life, Experience

[Hampir] Satu Tahun di Taiwan

Sudah hampir satu tahun sejak pertama kali saya menginjakkan kaki di Taiwan. Sudah dua semester pula saya lalui di kampus ini. Apa saja yang sudah saya lakukan di Taiwan selama ini?

Jalan-jalan

Rasanya selama di Indonesia, saya tidak sesering ini jalan-jalan. Selama di Indonesia, kota yang sudah pernah saya kunjungi bisa dihitung dengan satu tangan (Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar). Bukan berarti saya sudah mengelilingi Taiwan, tapi setidaknya saya sudah pergi ke tempat-tempat yang cukup jauh, bahkan yang membutuhkan kurang lebih 8 jam perjalanan dengan menggunakan kereta api. Masih banyak tempat yang belum sempat saya datangi dan penyebab utamanya adalah kuliah yang nyaris setiap hari dan jumlah presentasi yang harus disiapkan cukup membuat mata capek memandangi layar laptop. Mungkin salah satu faktor pendorong jalan-jalan di Taiwan adalah Taiwan memiliki banyak event yang patut didatangi dan transportasi yang mudah.

Wisata Kuliner

Saya bukan tergolong orang yang senang menjadwalkan kapan akan mencoba makanan baru. Saya tergolong orang yang impulsif dan moody. Kalau saat itu juga saya ingin mencoba makanan baru, maka saya akan pergi mencari makanan baru (tentunya kalau tidak merasa malas untuk bepergian). Selama di Taiwan, seringkali saya sedang lewat di depan rumah makan sesuatu dan akhirnya memutuskan untuk mencoba makanan tersebut walaupun sebagian besar menunya tidak saya mengerti karena biasanya mereka hanya menyediakan menu dalam bahasa mandarin.

Continue reading “[Hampir] Satu Tahun di Taiwan”

Posted in College Life, Experience

My 23rd Birthday

Actually, my birthday was 13 days ago. There were a lot of things came up recently, therefore I did not have time to write about it.

This is the first time my birthday was celebrated with my friends because usually my birthday always overlaps with school holidays. As a tradition of Indonesian students here, your birthday will be celebrated at a canteen next to 7-ELEVEN. You will find a cake (of course) and your friends waiting to celebrate your birthday. Sometimes there is a birthday present too. For boys, there is an addition: the birthday boy will be thrown into the pool near the first dormitory. It reminds me of birthday celebration when I was in ITB. They also threw the birthday boy into the “Indonesia tenggelam” pool. But since I was in the third grade, that tradition has been banned.

16 June

I was watching a Japanese movie when one of my friends came to my room. She said she want to have a chit-chat related to her personal life. Then I listened to her story (it was quite a long story) and in the end she said she was hungry and want to buy some foods at 7-11. She asked me to go with her. At first, I rejected it because I haven’t finished that movie, but finally I went with her.

When I arrived at that canteen, a lot of people already gathered around. Then, my super boyfriend gave me a birthday cake – a chicken birthday cake – of course with candles on it.

chicken birthday cake
chicken birthday cake

Continue reading “My 23rd Birthday”

Posted in College Life

One-Year-Ago Thesis

Maybe because now I am still looking for thesis topic, so I want to share my one-year-ago thesis abstract. Here it goes:

 

ABSTRACT

ORGANIZATION PROCESS CAPABILITY ASSESSMENT MODEL IN APPLYING INTEGRATED INFORMATION SYSTEM BASED ON SOA AND MULTI-TIER ARCHITECTURE

 

By

Gemita Ria The

Student Number: 23511004

(Graduate School of Informatics)

Various information systems have been used to manage organization data. Communication problems usually occur between these various information systems because they were built with different models, technologies, and programming languages. Applying integrated information system based on SOA and multi-tier architecture became a solution to solve the problem. However, when it comes to applying new system in organizations, usually, organizations will be curious about how they can ensure the system is aligned with their goal. Process capability assessment can be used to ensure the system aligns with organizations‘ goal.

Designing phase for integrated information system based on SOA and multi-tier architecture had been delivered in Final Project. However, the relation between organization process capability and applying integrated information system based on SOA and multi-tier architecture was not discussed. Therefore, the aim of this research is designing process capability model that can be used to assess organization process capability in applying integrated information system based on SOA and multi-tier architecture.

ISO 15504-3 is used as a reference to determine the activities for process capability assessment in applying integrated information system based on SOA and multi-tier architecture. The assessment activities consists of planning, data collection, data validation, process attribute rating, and reporting. There are four steps in planning activities. First, identification for processes which are needed in applying integrated information system. Second, determine the base practices (BP) and work products (WP). Third, designing assessment model for level 1 until level 5. Last, designing the questionnaire. The processes for applying integrated information system based on SOA and multi-tier architecture consists of fifteen processes in five phases: requirement analysis (RA), design (D), realization (R), integration and testing (InT), and management (M).

Continue reading “One-Year-Ago Thesis”

Posted in College Life, Experience, Spill Out

Kenapa MBA? Kenapa ga teknik lagi?

Hola!

Kuliah sudah dimulai sejak tanggal 19 September 2012. Setelah merasakan 1 minggu perkuliahan, gw merasa masih perlu melakukan banyak penyesuaian. Kegiatan perkuliahan dimulai pada pukul 08.30 dan berakhir di pukul 22.00. Semester ini gw mengambil 2 mata kuliah yang dimulai pukul 18.25 dan berakhir pukul 21.05. Sejujurnya gw kurang suka dengan kuliah malam karena lebih banyak menguap di kelas 😦 tapi gw juga ga suka kelas yang terlalu pagi 😛

Perbedaan terbesar kondisi perkuliahan di sini dengan di ITB adalah kuliah 3 SKS benar-benar diajarkan 3 jam berturut-turut (dengan kondisi ideal setiap jam terdapat break 10 menit). Begitu sudah lewat 2 jam pertama, rasanya super susah berkonsentrasi dan menahan ngantuk selama 1 jam terakhir 😦 Yah, masih butuh penyesuaian juga sih terutama dengan kondisi kelas dimana terdapat berbagai orang dari berbagai negara.

Mungkin ada yang penasaran mata kuliah seperti apa sih yang gw ambil sekarang 😛 Berikut ini daftar mata kuliah yang gw ambil semester ini:

  1. Seminar: Small Business Management
  2. Social Science Research Methodology
  3. International Business & Innovation Development
  4. Organization Mechanism Theory and Management
  5. Man-Machine System Application
  6. Business Ethics

Continue reading “Kenapa MBA? Kenapa ga teknik lagi?”

Posted in College Life, Spill Out

Pengalaman Semester 1 2011/2012

Long time no see 😀

*mmm sebenarnya belum lama-lama amat juga sih :P*

Sekarang sudah memasuki semester ke-2 tahun ajaran 2011/2012. Bisa dibilang tahun ke-5 saya di ITB dan juga semester terakhir saya di ITB *mudah-mudahan*. Di semester ke-2 ini saya bertekad dan harus bisa menyelesaikan si 5 huruf menyeramkan itu (baca: TESIS) sehingga bulan Juli nanti bisa wisuda 😀 Sesungguhnya, tesis itu belum saya sentuh lagi sejak terakhir kali dikerjakan pada saat kuliah Metodologi Penelitian di semester 1. Beberapa hal yang terjadi selama semester 1 kemarin akan saya ceritakan 😀

  1. Ikut les vokal di Elfa Music School sejak bulan Oktober 2011. Well, kerasa banget bedanya nyanyi choir klasik dan nyanyi lagu pop.
  2. Bergabung dengan EMS Dago Choir sejak bulan Desember 2011 (atau akhir November yak?). Kembali merasakan bedanya latihan choir klasik dan choir di EMS. Dulu setiap kali latihan choir di PSM ITB selalu akan ada partitur yang kebanyakan not balok. Di EMS bahkan ga ada partitur. Hanya lirik lagu saja yang diberikan dan itupun tanpa nadanya. Kita hanya diperdengarkan lagu aslinya beberapa kali kemudian diaransemen di saat itu juga. Hanya bisa mengandalkan voice recorder handphone biar ga lupa nadanya.
  3. Galau pengambilan sks mata kuliah di semester 1. Awalnya mau ngambil 15 sks biar di semester 2 tinggal 9 sks (FYI, sks yang tersisa hanya 24 sks). Konsultasi sana sini bahkan sampai konsultasi ke dosen wali (hal yang ga pernah saya lakukan ketika di s1), sempat sit-in mata kuliah yang diincer juga dan akhirnya membuahkan hasil hanya mengambil 13 sks. Untung keputusan ini tepat karena tugasnya super banyak 😐
  4. Terlambat 5 menit mengumpulkan UTS Take Home Test sebuah mata kuliah gara-gara printer di Lab. GaIB error (nge-hang, tiba-tiba ga mau nge-print, dsb). Ketika mengumpulkan malah disuruh ketemu dosennya dulu dan ternyata di dalam ruangan dosen malah dimarahi dan setelah dimarahi cukup lama disuruh nulis “Saya berjanji tidak akan terlambat lagi” dan menambahkan tulisan “Terlambat 15 menit” (padahal aslinya cuma terlambat 5 menit :|). FYI, harusnya bukan take home test tapi tiba-tiba jadi take home test dimana besoknya harus langsung dikumpulkan padahal besoknya ada 2 UTS yaitu Paradigma Pemrograman dan Manajemen Proyek. Manajemen Proyek dengan slide beratus-ratus biji yang harus dihafalkan dan take home test ini yang jawabannya banyak banget 😐 Continue reading “Pengalaman Semester 1 2011/2012”
Posted in College Life, Spill Out

Hasil Semester 1 2011/2012

Perjuangan semester pertama magister di tahun ajaran 2011/2012 ini telah berakhir pada tanggal 19 Desember 2011 yang lalu. Waktu berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin saya berusaha menyelesaikan Tugas Akhir kemudian sidang dan akhirnya wisuda. Tanpa sempat merasakan liburan, selepas revisi Tugas Akhir saya diharuskan mengurus kelengkapan pendaftaran magister untuk program fasttrack saya. Lagi-lagi tanpa merasakan liburan, tiba-tiba saja sudah wisuda dan harus mengikuti proses pendaftaran mahasiswa baru dan kemudian menjalani perkuliahan semester 1 2011/2012.

Ketika baru selesai mengikuti proses pendaftaran mahasiswa baru, semangat saya masih tinggi untuk mengikuti perkuliahan. Saya antusias mempelajari berbagai mata kuliah baru (walaupun dosennya sebagian besar sama dengan dosen ketika S1). Akan tetapi, ketika memasuki pertengahan semester, saya mulai merasa jenuh. Jenuh kuliah. Jenuh mengerjakan tugas. Semangat belajar dan mengerjakan tugas itupun menurun drastis. Tugas baru dikerjakan ketika menjelang garis mati (baca: deadline). Saya juga kurang peduli dengan tugas kelompok. Jika memang anggota kelompoknya bisa diandalkan, maka saya tidak bertanya kapan tugas akan dikerjakan, bagaimana pembagian tugasnya, dan hal-hal lainnya terkait pengerjaan tugas dari jauh hari. Padahal dulu ketika ada tugas kelompok, saya pasti akan menghubungi anggota kelompok dari jauh-jauh hari untuk membicarakan pembagian tugas. Saya baru akan bertanya ketika lagi-lagi menjelang garis mati dan baru pada saat itu jugalah otak saya bekerja untuk memikirkan pembagian tugas yang efisien dan memikirkan hal-hal lain terkait pengerjaan tugas. Satu hal yang masih belum berubah sampai saat ini adalah saya kurang suka kalau tugas kelompok baru akan disatukan menjelang garis mati. Prinsip saya dari dulu adalah sebisa mungkin menggabungkan pekerjaan anggota kelompok maksimal H-1. Tapi rupanya prinsip saya ini tidak bisa diterapkan pada semester ini dan itu juga karena kesalahan saya sendiri yang malas-malasan dalam mengurus tugas kelompok.

Continue reading “Hasil Semester 1 2011/2012”