[Japan Trip] Day 8: Arashiyama Bamboo Grove, Kinkaku-ji, IPPUDO, Kiyomizudera, & Gion


Sebelumnya: [Day 7] Fushimi-Inari Taisha & Pontocho

Arashiyama Bamboo Grove

Pagi-pagi kami segera menuju ke stasiun Sagaarashiyama – stasiun terdekat ke Arashiyama Bamboo Grove. Perjalanan menuju Bamboo Grove membutuhkan banyak jalan kaki (sekitar 15-20 menit) sehingga jangan lupa menggunakan sepatu yang nyaman. Begitu keluar dari stasiun, tidak perlu khawatir jika tidak tahu harus kemana. Cukup mengikuti gerombolan turis yang ada, pasti akan sampai ke Bamboo Grove😛

Di Bamboo Grove-nya sendiri, semakin ke dalam maka pohon bambunya akan semakin lebat. Ketika saya sampai di sana, sedang ada pasangan yang sibuk foto pre-wedding dan ketika saya berjalan kembali ke arah stasiun, pasangan tersebut masih berada di tempat yang sama. Tampaknya susah untuk foto pre-wedding di sana karena banyaknya turis yang lalu-lalang.

Kinkaku-ji

Tujuan kedua hari ini adalah Kinkaku-ji. Sebenarnya, saya bisa mencapai Kinkaku-ji dari stasiun Sagaarashiyama menggunakan kereta dan bus dengan biaya ¥420/orang dan membutuhkan waktu sekitar 40 menit. Tapi, saya memutuskan untuk naik taksi karena kebetulan saya berempat dan biaya naik taksi sekitar ¥2000-2100 dengan waktu perjalanan kira-kira 20-25 menit. Oh iya, hal yang perlu diperhatikan ketika naik taksi adalah pelafalan “Kinkaku-ji” karena ada satu tempat lagi yang bernama “Ginkaku-ji”. Supir taksi biasanya akan menanyakan kembali apakah tujuan kita “Kinkaku-ji” atau “Ginkaku-ji”.

Kinkaku-ji buka dari pukul 09.00 sampai 17.00 dan tiket masuknya seharga ¥400. Ketika saya sampai di sana, Kinkaku-ji ramai dipenuhi turis dari Cina. Pengambilan foto pun agak terganggu karena turis-turis tersebut tidak berhenti mendorong-dorong saya =_=

Saya menghabiskan waktu sekitar satu-dua jam di Kinkaku-ji. Ketika berjalan ke arah pintu keluar, ternyata di sepanjang jalan terdapat banyak penjual souvenir dan snack. Seperti biasa, terdapat adegan window shopping dulu😛

Keluar dari Kinkaku-ji, perut saya sudah super lapar. Saya sudah merencanakan kalau hari ini akan mencoba ramen IPPUDO😀 Karena terdapat dua terminal bus di dekat gerbang Kinkaku-ji, saya dengan ragu-ragu memilih terminal bus yang ada di seberang gerbang. Untungnya saya sempat bertanya terlebih dahulu ke seorang bapak-bapak yang tampaknya familiar dengan jalur bus di sana dan ternyata saya menunggu di terminal yang salah.

IPPUDO

Perjalanan ke IPPUDO membutuhkan waktu kira-kira 20-30 menit. Tampaknya hari ini saya lagi beruntung karena ketika saya datang hanya ada satu keluarga yang mengantre. Saya tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan tempat duduk. FYI, saya pertama kali makan IPPUDO di Taipei dan super suka dengan kuah ramennya makanya saya ingin mencoba IPPUDO asli di Jepang. Ternyataaaaaaaaaa, IPPUDO di Jepang lebih enak dari yang di Taiwan. Tidak sia-sia mengalokasikan waktu khusus untuk mencoba IPPUDO😀

Kiyomizudera

Puas dengan IPPUDO, perjalanan dilanjutkan ke Kiyomizudera. Salah seorang kakak saya sangat ingin meminum air dari Otowa Waterfall yang ada di sana. Air dari Otowa Waterfall mengalir ke tiga jalur yang berbeda. Pengunjung bisa meminum airnya dengan menggunakan cangkir besi yang sudah disediakan. Katanya, setiap jalur air memiliki manfaat yang berbeda: umur panjang, sukses di sekolah, dan kehidupan asmara yang beruntung. Tapi, kita dianggap serakah kalau meminum air dari semua jalur yang ada dan airnya jadi tidak bermanfaat.

Perjalanan menuju Kiyomizudera cukup berat karena jalanannya menanjak. Tidak perlu khawatir karena di sepanjang Higashiyama District, sebutan untuk jalan yang menanjak tersebut, terdapat banyak toko souvenir sehingga bisa mengurangi rasa lelah di kaki😛

Kompleks Kiyomizudera besar sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama dari Kinkaku-ji untuk melihat semuanya. Sepertinya karena hari ini hari Minggu jadi Kiyomizudera juga penuh dengan turis dan saya perlu mengantri sekitar 30-45 menit untuk mencoba air dari Otowa Waterfall.

Di dekat main hall Kiyomizudera terdapat Jishu Shrine yang didedikasikan untuk dewa cinta dan urusan perjodohan. Di depan kuil tersebut ada dua batu yang diletakkan dengan jarak 18 meter satu sama lain. Katanya kalau berhasil berjalan dari satu batu ke batu yang lain dengan mata tertutup akan membawa keberuntungan dalam menemukan jodoh. Kita juga bisa meminta orang lain membantu kita dengan tuntunan suara, tapi artinya nanti kehidupan asmara kita juga membutuhkan bantuan pihak ketiga. Saya sempat melihat orang lain mencoba tantangan ini dan kebanyakan dari mereka menggunakan bantuan suara temannya, bahkan ada yang sampai dituntun (baca: dipegang tangannya) ke tempat tujuan. Saya sendiri juga ikut mencoba dan di tengah-tengah perjalanan saya sempat menabrak orang lain karena tidak menggunakan bantuan apa-apa. Akhirnya saya tidak sampai di tempat tujuan alias meleset beberapa meter ke kiri.

Perjalanan di Kiyomizudera diakhiri dengan melihat-lihat toko-toko souvenir yang ada di sepanjang jalan.

Gion

Sebelumnya, saya merencanakan untuk mencari makan malam di daerah Gion dengan harapan bisa melihat maiko atau geisha. Tapi, entah mengapa malam ini Gion super sepi dan tidak ada satu maiko atau geisha pun yang terlihat di jalan. Tempat makan di daerah Gion pun banyak yang tutup. Begitu menemukan yang buka, ternyata tempat makan kelas atas (baca: super mahal). Akhirnya saya malah makan di rumah makan yang terletak di pinggir jalan tidak jauh dari Gion.

Sekian perjalanan di Kyoto. Osaka, here I come!😀

再见!

signatureblack

6 thoughts on “[Japan Trip] Day 8: Arashiyama Bamboo Grove, Kinkaku-ji, IPPUDO, Kiyomizudera, & Gion

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s