[Japan Trip] Day 0: Preparation


Reader Note: If I have more leisure time, I will write this post again in English. Meanwhile, if you have any questions in English please drop it in the comment section and I will try my best to answer it ūüôā

Tanggal 11 Oktober sampai 24 Oktober 2015 yang lalu, saya telah mengunjungi negeri matahari terbit (baca: Jepang) dengan tujuan jalan-jalan. Jepang sudah menjadi negara nomor satu yang ingin saya kunjungi sejak saya duduk di bangku kuliah. Bagi beberapa orang yang dekat dengan saya pasti tahu kalau saya terobsesi suka dengan Jepang. Cukup menyodorkan saya dorama atau anime, maka saya bisa duduk diam di depan layar laptop sepanjang hari. Karena kecintaan saya pada hal-hal yang berbau Jepang, Jepang pun menjadi tujuan liburan yang sangat menarik bagi saya. Selain faktor kecintaan saya pada Jepang, alasan lain yang membuat Jepang menarik untuk dikunjungi ialah masih banyaknya tradisi yang dipertahankan. Masih banyak kuil dan bangunan-bangunan bersejarah lainnya yang dapat ditemukan di sana. Jadi, bagi para pecinta sejarah ataupun yang senang dengan arsitektur bangunan, Jepang menjadi salah satu negara yang patut untuk dikunjungi.

Persiapan saya ke Jepang sudah dimulai dari beberapa bulan sebelum keberangkatan apalagi karena saya tidak menggunakan jasa travel/tour sehingga pembuatan visa dan rute perjalanan pun harus disiapkan sendiri. Di tulisan kali ini, saya akan membahas secara umum hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan untuk berangkat ke Jepang. Tulisan-tulisan selanjutnya akan berisi cerita perjalanan saya dari hari pertama hingga hari terakhir.

Tiket Penerbangan

Saya membeli tiket penerbangan ke Jepang sejak bulan Februari. Semuanya berawal dari salah seorang kakak saya yang melihat adanya promo tiket Cathay Pacific dengan menggunakan kartu kredit tertentu. Akhirnya saya menggunakan tiket promo tersebut dengan konsekuensi harus membeli tiket Taiwan-Indonesia (PP) karena berangkatnya harus dari Jakarta. Buat kalian yang mau berangkat ke Jepang, apalagi yang berdomisili di Taiwan, jangan mengikuti jejak saya karena jadinya lebih mahal. Carilah tiket penerbangan langsung dari Taiwan ke Jepang karena selain hemat ongkos, juga menghemat waktu perjalanan. Penerbangan LCC ke Jepang dapat dicari di beberapa situs berikut: Vanilla Air, Peach Aviation, Jetstar, Tigerair, V-Air, dan Scoot.

Visa

Membuat visa Jepang di Taiwan cukup mudah dan hanya membutuhkan waktu 1 hari kerja saja. Penjelasan lengkap mengenai pembuatan visa Jepang di Taiwan dapat dibaca di sini.

Tempat Tinggal

Pencarian tempat tinggal juga perlu dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari keberangkatan jika ingin mencari tempat tinggal yang murah. Tentunya pencarian tempat tinggal harus disesuaikan dengan budget dan jumlah orang yang akan berangkat. Karena saya berangkat bersama kakak-kakak saya, maka saya memutuskan untuk mencari tempat tinggal melalui situs Airbnb. Menurut saya, Airbnb akan lebih enak digunakan jika bepergian dengan keluarga karena bisa menyewa satu apartemen untuk seluruh anggota keluarga yang bepergian. Harganya juga lebih murah dibandingkan memesan beberapa kamar di hotel. Kebanyakan apartemen yang tersedia di Airbnb juga menyediakan dapur, mesin cuci, dan portable wi-fi device. Tentu saja menyewa tempat tinggal melalui Airbnb juga memiliki kekurangan yaitu harus mencari sarapan sendiri di pagi hari, kamar mandi hanya ada satu sehingga harus sabar menunggu giliran mandi, dan terkadang sinyal dari portable wi-fi yang disediakan kurang bagus. Hal-hal yang menjadi pertimbangan saya ketika memilih tempat tinggal di Airbnb adalah:

  • Lokasi:¬†Carilah tempat tinggal yang dekat dengan stasiun dan convenience store. Usahakan juga mencari tempat tinggal yang letaknya ada di tengah-tengah jalur perjalanan yang akan dilewati setiap harinya sehingga bisa lebih menghemat biaya transportasi.
  • Kapasitas kamar:¬†Rata-rata apartemen di Jepang cukup kecil, jadi jangan mudah percaya dengan foto-foto yang disediakan karena terkadang ukuran asli apartemen lebih kecil jika dibandingkan dengan fotonya
  • Mesin cuci/dryer: Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi saya karena saya bepergian selama dua minggu. Saya tidak membawa terlalu banyak baju karena sesampainya di sana bisa dicuci.
  • Refrigerator/Microwave: Poin ini perlu dipertimbangkan jika kalian akan menyiapkan sarapan sendiri di pagi hari atau ingin memasak bersama
  • Tableware: Piring, gelas, sendok, pisau, dan alat-alat makan lainnya penting untuk dipertimbangkan karena bisa saja timbul keinginan membeli makanan/minuman untuk¬†sarapan/makan siang/makan malam
  • Hairdryer
  • AC
  • Portable wi-fi device: Tidak semua apartemen di Airbnb menyediakan portable wi-fi device. Terkadang ada juga host yang hanya menyediakan jaringan wi-fi di apartemen tetapi tidak menyediakan portable wi-fi device.

Jadwal Perjalanan

Selama mempersiapkan perjalanan, saya banyak melakukan riset tempat-tempat yang akan saya kunjungi di sana. Saya sampai membeli buku Lonely Planet Japan demi mendapatkan informasi yang lebih lengkap. Saya juga sangat terbantu dengan situs Japan Guide. Biasanya saya mencari tempat yang akan dikunjungi di buku Lonely Planet Japan kemudian membandingkannya dengan situs Japan Guide. Jika informasi yang saya dapatkan sudah cukup meyakinkan saya untuk mengunjungi tempat tersebut, saya akan mencari jalur transportasi ke sana dengan menggunakan Google Maps, Jorudan Train Route Finder, dan Hyperdia. Jadwal kereta yang ada di Jorudan dan Hyperdia sangat akurat sedangkan Google Maps dapat digunakan untuk petunjuk navigasi ketika berjalan kaki. Selain menggunakan panduan buku dan situs Japan Guide, terkadang tulisan-tulisan para traveler lain juga cukup membantu.

Jadwal perjalanan yang dibuat sebaiknya merupakan jadwal yang detail. Sebagai gambaran, jadwal yang saya buat mencakup hari, tanggal, waktu, tipe kegiatan, nama kegiatan/nama tempat, deskripsi kegiatan, durasi perjalanan, biaya perjalanan, waktu operasional tempat wisata, biaya masuk tempat wisata, dan keterangan. Jadwal perjalanan saya buat dalam bahasa Inggris karena lebih mudah untuk dibaca. Bagi yang ingin melihat jadwal perjalanan saya, bisa meninggalkan komentar di bawah beserta alamat e-mail dan saya akan mengirimkan jadwal perjalanan versi PDF.

FYI, saya mengunjungi banyak area di Jepang selama 2 minggu: Tokyo, Lake Kawaguchi, Odaiba, Kawasaki, Yokohama, Kyoto, Himeji, Nara, dan Osaka. Karena mengunjungi banyak tempat, maka jadwal perjalanan saya juga agak padat. Jangan lupa memperhatikan waktu, kondisi traveler, dan biaya ketika akan menyusun jadwal perjalanan.

Sebagai gambaran kasar, berikut ini jadwal perjalanan saya:

Menukar Mata Uang

Mata uang yang digunakan di Jepang ialah Japanese Yen (JPY). Penukaran mata uang dari New Taiwan Dollar (NTD) ke JPY cukup mudah karena hampir seluruh bank yang ada di Taiwan memiliki persediaan JPY. Pecahan mata uang yang tersedia dalam JPY ialah:

  • Koin: 1, 5, 10, 50, 100, dan 500
  • Kertas: 1000, 2000 (langka), 5000, dan 10000

Wi-Fi

Satu hal yang tidak luput dari persiapan ke Jepang adalah akses internet. Membeli SIM card baru di Jepang tidak semudah di Indonesia, dimana setiap orang bisa memiliki 2/3/4/5/6++ nomor. Tapi tidak perlu khawatir karena di Jepang banyak tersedia jasa penyewaan portable wi-fi device. Saya pernah menggunakan jasa Wifi-Hire sedangkan partner saya menggunakan jasa Ninja WiFi. Tarif yang dikenakan standar dan aksesnya mudah. Portable wi-fi device dapat dikirim ke bandara tujuan atau ke hotel tempat menginap. Bagi traveler yang berdomisili di Taiwan/Hong Kong dan menggunakan jasa Wifi-Hire, device dapat diantarkan ke Taiwan/Hong Kong. Untuk proses pengembalian, device dapat dikembalikan di counter yang telah disediakan di bandara atau menggunakan jasa delivery service yang ada di Jepang, atau dapat dikirim dari Taiwan/Hong Kong ketika telah pulang dari Jepang.

Transportasi

Pilihan transportasi umum selama di Jepang cukup banyak, nyaman, dan aman. Jika akan banyak menggunakan kereta biasa di Jepang, IC Card akan sangat berguna. IC Card yang ada di Jepang juga bermacam-macam tergantung daerah. Selama di Jepang saya menggunakan Suica. Walaupun dikeluarkan oleh JR East, Suica dapat digunakan di daerah lain seperti Kyoto, Osaka, Himeji, dll (info lebih lengkap bisa dilihat di situs JR East).

Jika ternyata selama di Jepang lebih banyak perjalanan antarkota dengan waktu perjalanan yang cukup lama, JR Pass menjadi alternatif yang dapat dipertimbangkan. Dengan menggunakan JR Pass, perjalanan antarkota dapat ditempuh dengan menggunakan shinkansen. Namun tentunya harga JR Pass tidak murah dan harus digunakan dalam hari yang berurutan jika tidak ingin rugi. Saya memutuskan untuk tidak menggunakan JR Pass karena perjalanan antarkota yang saya lakukan tidak setiap hari. Selain itu, setelah menghitung perkiraan total biaya transportasi, Suica tampak lebih murah.

Tiket Masuk Tempat Wisata

Salah satu tujuan saya ke Jepang adalah mengunjungi Disneyland, Disneysea, dan Universal Studio Japan (USJ). Tiket Disneyland dan Disneysea dapat dipesan secara online di sini, tentunya dengan menggunakan kartu kredit. Sedangkan untuk tiket USJ, kakak saya membelinya di Jalan Tour yang ada di Jakarta. Mengapa saya tidak membeli tiketnya di hari-H? Karena theme park di Jepang selalu ramai setiap hari. Membeli tiket duluan akan menghemat banyak waktu. Usahakan membeli tiket-tiket yang bisa dibeli sebelum sampai di Jepang karena lagi-lagi akan lebih menghemat waktu.

Pakaian

Jangan lupa melihat perkiraan cuaca di Jepang karena akan sangat menentukan jenis pakaian dan alas kaki yang dibawa. Pada saat saya pergi, cuaca di sana sudah mulai dingin dan berangin sehingga saya membawa dua macam jaket: satu jaket tipis dan satu lagi jaket agak tebal (namun bukan jaket untuk musim dingin). Selain itu bawalah alas kaki yang nyaman dipakai untuk berjalan kaki karena di Jepang akan banyak berjalan kaki apalagi jika tidak menggunakan tour.

Makanan

Kalau tujuan ke Jepang untuk wisata kuliner, maka jangan lupa membuat daftar makanan yang ingin dicoba di sana. Masalah makanan memang tergantung selera dan karena saya menyukai makanan Jepang, maka menurut saya di Jepang sangat banyak makanan yang enak. Tapi jangan berharap rasa makanan Jepang akan sama dengan rasa makanan Indonesia karena berbeda jauh. Mungkin dapat dipertimbangkan untuk membawa makanan sendiri dari Indonesia jika memang tidak cocok dengan makanan Jepang.

Sekian informasi mengenai persiapan yang saya lakukan sebelum ke Jepang. Nantikan tulisan berikutnya yang akan mengulas perjalanan saya setiap harinya.

Berikutnya: [Day 1] Arrival, Shibuya & Shinjuku

ŚÜćŤßĀ!

signatureblack

One thought on “[Japan Trip] Day 0: Preparation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s