Ketika muka masih terlihat bocah…


Katanya kalau memiliki ‘baby face’ itu bagus karena terlihat awet muda. Makanya kebanyakan para wanita akan berusaha menjaga penampilan agar tetap terlihat muda. Tapi, mungkin saja ‘baby face’ itu merupakan faktor genetik karena berdasarkan pengamatan saya terhadap teman-teman yang memiliki wajah awet muda, mereka biasanya tidak melakukan perawatan wajah yang spesial alias wajahnya sudah dari sananya seperti itu.

Kali ini saya mau berbagi beberapa kejadian lucu karena muka masih terlihat bocah muda.

Sering dikira anaknya kakak

Di bulan Juli 2014, saya pergi ke mall bersama 2 cici dan 2 ponakan. Kebetulan lagi ada sale jadi cici-cici bersemangat mau cuci mata. Salah satu cici akhirnya tertarik untuk mencoba celana. Ketika si cici masuk ke kamar ganti, “mas-mas” yang lagi jaga tiba-tiba menyodorkan celana yang sama dengan ukuran yang lebih besar ke saya sambil berkata: “Kak, ini ukurannya lebih gede, dibawa aja ke mamanya” (di sini semua pegawai manggil calon pembeli itu kakak)

Saya sempat bengong sesaat kemudian menceritakan kejadian itu ke cici dan ponakan dan bisa ditebak kelanjutannya, mereka ngakak. Jadi ingat, waktu masih kecil sering dikira anaknya cici yang pertama. Kali ini giliran dikira anak cici yang kedua =))

Tidak berhenti sampai di situ, beberapa hari kemudian saya kembali pergi ke mall bersama cici yang ketiga. Lagi asik window shopping, tiba-tiba ada lelaki (tampak seperti mahasiswa) yang menghampiri kami dan akhirnya menjelaskan sebuah program ke cici saya. Saya yang tidak tertarik dengan program itu pun berdiri agak jauh dari mereka. Tidak lama kemudian, ada lelaki lain yang mengenakan seragam yang sama dengan lelaki pertama datang menghampiri saya. Niatnya juga menjelaskan program yang sama ke saya. Saya dengan cepat melihat ke arah cici saya yang masih belum selesai juga mendengarkan penjelasan lelaki pertama. Lelaki kedua tampaknya mengerti saya datang bersama cici saya jadi akhirnya dia berkata, “Oh, mamanya sedang dijelasin sama teman saya ya, makasih ya Kak”. Saya cuma mengangguk-angguk sambil berusaha menahan ketawa =))

Tidak dipercaya sudah berusia di atas 18 tahun dan boleh duduk di dekat emergency exit

Tahun 2012, saya naik pesawat dan duduk di dekat emergency exit. Terjadilah percakapan ini:
Pramugari 1 (P1): Usianya di atas 18?
Saya (G): iya
P1 pun pergi. Tidak lama kemudian datang pramugari yang lain.
Pramugari 2 (P2): Usianya di atas 18?
G: iya
P2: Ada gangguan penglihatan atau kesehatan?
G: ada. Saya pakai kacamata jadi mata saya minus. *padahal uda jelas2 pake kacamata*
P1 datang lagi, bisik2 dengan P2.
P2: Mbak, beneran usianya di atas 18?
G: *mulai kesel* Iya
P2: boleh lihat KTPnya?
G: *nyodorin KTP*
P2 dan P1 bolak-balik lihat KTP dan muka gw. Akhirnya, KTP pun dikembalikan.
P2: Makasih Mbak.
Tidak lama kemudian, pramugari ketiga datang.
P3: Mbak, usianya di atas 18?
G: *emosi jiwa raga* iya
P1 yang ngeliat P3 nanya pertanyaan yang sama ke saya, buru-buru datang menghampiri P3 trus bisik-bisik dan mereka pun pergi.
——————
Bulan Juli 2014, saya sempat pulang ke Makassar dan lagi-lagi dapat tempat duduk di dekat emergency exit.
P1: Permisi, usianya di atas 18?
G: Iya
Muka P1 tampak tidak percaya, tapi dia pergi juga. Untungnya tidak ada pramugari lain lagi yang datang menanyakan hal yang sama.
——————
Mungkin, muka saya kali ini sudah lebih meyakinkan jadi tidak didatangi pramugari berkali-kali.

Sering ditanya usia dan muka penanya kaget ketika mendengar jawabannya

Pada suatu hari Minggu yang cerah di tahun 2014, saya berangkat untuk menjemput teman sekelompok panitia pemilu. Ketika sedang menunggu dia turun dari kamarnya, bapak supir yang mengantarkan saya sibuk bertanya macam-macam tentang pemilu mulai dari prosedurnya bagaimana, berapa tahun sekali, siapa yang akan saya pilih dan akhirnya dia menanyakan sebuah pertanyaan yang tidak berhubungan dengan pemilu:
Pak supir: jadi, hmm *terlihat berpikir* kamu umurnya 20 tahun? Masih kuliah?
Saya: eh? Ga, tahun ini 24.
Pak supir: Apa?? 24? *mukanya kaget trus ketawa*
Saya: *bingung* kenapa ketawa?
Pak supir: ahaha, mukamu.. keliatannya kayak umur 18.. ga nyangka uda 24
Me: hahaha.. *ikutan ketawa aja deh*

—————–

Tahun 2012, saya sempat berkunjung ke kantor salah satu cici saya dan ikut duduk di dalam ruangan bersama para SPG dan supervisor. Salah seorang supervisor duduk di sebelah saya dan terjadilah percakapan di bawah ini:
Supervisor (S): “Sudah kelas berapa dek?”
Saya (G): *bengong sesaat* “Sudah beres kuliah”
Supervisor (S): *mukanya kaget* “Eh? Aduh maaf ya, saya kira masih SMP atau SMA.”
Cici saya yang kebetulan mendengar percakapan itu ikutan nimbrung.
Cici (C):  “Dia sudah S2 tauk, mukanya aja tuh yang cupu makanya dikira anak SMP” *trus ketawa*
Saya (G): …………………………

—————–

Bulan lalu, Juli 2015, saya sempat ke Singapura dan dalam sebuah kegiatan saya bertemu dengan orang Indonesia, Vietnam, dan Myanmar. Ternyata dari ketujuh orang yang ada di kegiatan tersebut, saya yang paling tua T______T Tapi, begitu mereka menanyakan usia saya, seperti biasa mereka kaget ketika mendengar jawaban saya. Mereka mengatakan saya terlihat lebih muda dan beberapa orang malah mengira saya berusia 21 tahun.

Mari kita lihat apakah dengan seiring bertambahnya usia, kejadian-kejadian lucu seperti ini akan sering terjadi😛

再見!

signatureblack

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s