Kok Nggak Ngundang Sih?


Kok nggak ngundang sih?

Wah, kapan nikahnya? Kok nggak ngundang-ngundang?

Jangan lupa undangannya ya

Belakangan ini saya sering melihat foto-foto acara pernikahan di timeline Facebook saya. Biasanya foto-foto tersebut akan mengundang perhatian orang-orang dan dipenuhi dengan puluhan bahkan ratusan like dan komentar. Terkadang saya iseng membaca seluruh komentar yang ada di sebuah foto. Tentu saja kebanyakan komentar yang ada di sana merupakan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Tapi, tidak jarang selalu ada satu-dua komentar yang menggelitik pikiran saya.

Banyak rekan-rekan saya yang biasanya mempublikasikan status “Engagement”-nya di Facebook, tentunya beserta foto sebagai bukti. Perubahan status dari “In Relationship with” menjadi “Got Engaged with” pasti mengundang banyak like dan komen. Karena ini statusnya masih tunangan, jadi komentarnya berkisar di ucapan selamat dan semoga persiapan ke acara pernikahannya lancar. Tapi, ada juga yang menuliskan komentar seperti ini: “Selamat ya, jangan lupa undang-undang kita.” atau “Kapan nih tanggalnya? Jangan lupa undangannya ya.” atau “Wah, selamat ya, mau donk undangannya.”

Ucapan selamat dan puluhan/ratusan like juga bisa ditemukan di foto-foto acara pernikahan atau di perubahan status menjadi “Got Married”. Saya juga menemukan komentar yang cukup aneh di antara ucapan selamat itu, seperti: “Kok nggak ngabarin sih?” atau “Kok nggak ngundang sih?” atau “Wah, kapan nikahnya? Kok ga bilang-bilang?” atau yang lebih spesifik lagi “Kok aku ga diundang sih?”

Membaca komentar-komentar seperti itu membuat saya bertanya-tanya apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran orang yang menuliskan komentar tersebut. Pernikahan merupakan urusan di antara dua orang (ditambah dengan keluarga masing-masing) dan sudah merupakan hak kedua orang tersebut (lagi-lagi ditambah dengan keluarganya masing-masing) untuk menentukan siapa saja para undangan acara mereka. Kedua orang tersebut tidak memiliki kewajiban untuk mengundang saya, kamu, kita, mereka, ataupun kalian.

“Loh, tapi kan nggak ada salahnya mengingatkan mereka untuk mengundang kita. Siapa tau aja mereka lupa.” Mungkin ada yang beralasan seperti itu ketika ditanya maksud sebenarnya dari menuliskan komentar “Jangan lupa undangannya ya.” Tapi sekali lagi, saya, kamu, kita, mereka, ataupun kalian juga tidak punya hak untuk meminta apalagi memastikan pasangan yang akan menikah untuk mengundang kalian. Mungkin, kalian menganggap salah satu dari pasangan yang akan menikah itu teman baik kalian. Mungkin, salah satu dari pasangan tersebut sudah dianggap sebagai saudara sendiri. Tapi, pemikiran itu hanya pemikiran kalian saja. Belum tentu pihak tersebut juga menganggap kalian sama seperti itu. Kalau mau diungkapkan secara kasar, apakah kalian turut membiayai acara pernikahan mereka sampai-sampai kalian memberikan komentar “Jangan lupa undangannya ya”?

Saya tidak tahu seperti apa ribetnya mempersiapkan acara pernikahan secara saya juga belum pernah menikah, tapi kalau melihat dari pengalaman kakak-kakak dan teman-teman saya, persiapannya tampak sangat ribet apalagi menyangkut undangan. Mereka biasanya sudah memiliki daftar undangan dan memeriksanya berkali-kali untuk memastikan tidak ada yang terlewat. Ketika menyusun daftar undangan tersebut, saya yakin mereka pasti sudah memikirkan matang-matang siapa saja yang ingin diundang. Lalu, ketika acara sudah selesai dan foto-foto mulai berhamburan di Facebook, mengapa kamu merasa punya hak untuk mempertanyakan mengapa tidak diundang ke acara mereka?

Mungkin kamu teman SD, SMP, SMA, atau teman kuliahnya. Mungkin juga kamu rekan kerja, atasan, atau dosennya. Namun, apakah karena pernah berinteraksi dengan dia, lantas orang tersebut harus mengundang kamu ke acaranya? Apakah kamu sebagai teman sekolah yang sudah lama tidak pernah berkomunikasi dengan dia lantas tiba-tiba bisa minta diundang hanya karena melihat berita acara pernikahannya terpampang di Facebook? Menurut saya pribadi, kedua pasangan yang akan menikah memutuskan untuk mengundang seseorang karena mereka memang mengenal orang tersebut dan menganggap orang tersebut sebagai orang yang cukup penting untuk diajak berbagi momen kebahagiaan mereka. Salah satu kakak saya pernah berkata lebih baik membuat pesta pernikahan yang biasa-biasa saja, yang penting mengundang keluarga inti dan teman-teman dekat sehingga memang terasa mereka semua ikut berbahagia dengan kita. Toh, ucapan selamat yang didapatkan dari orang yang memang dikenal dekat akan terasa berbeda dengan ucapan selamat yang sekadar diberikan karena formalitas telah diundang ke acara.

Mungkin, lagi-lagi mungkin, ini hanya pendapat saya pribadi. Saya merasa sangat tidak pantas untuk memberikan komentar semacam “jangan lupa undang-undang ya” atau “kok nggak ngundang sih?”. Kalau memang merasa seharusnya kalian diundang, coba utarakanlah secara personal ke pihak yang bersangkutan. Silahkan mencari tahu alasan mengapa kalian tidak diundang.

signatureblack

4 thoughts on “Kok Nggak Ngundang Sih?

  1. stefanus says:

    Ini persis yang saya rasain setaun lalu pas saya nikah. Banyak faktor sih yang menyebabkan saya akhirnya ga nyebar undangan ke umum. Utamanya karena memang pesta nya di desain kecil, jauh pula. Hasilnya : ada beberapa teman-teman lama yang ngambek karena ga diundang.

    Kalo boleh share pengalaman sih, selain nge list tamu, kita harus ngelist temen yang ditelpun untuk ngabarin sekalian ngasih tau kalo kita ga ngundang banyak. Toh pulsa telpun / messenger ga seberapa juga. Kalo temen itu emang pengertian, pasti bisa ngerti koq. Ini yang dulu saya lupa lakuin.

    Jangan sampe jadi kehilangan temen gara-gara masalah “undangan”🙂

  2. agree mit..🙂..
    karena karena.. karena kadang budget memang terbatas..
    dan tiap orang punya prioritasnya masing2…

    toh yang maksa2 diundang juga bakal ngerasain kalau mempersiapkan married kelak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s