OnePlus One


Beberapa minggu yang lalu, saya mendapatkan undangan untuk membeli OnePlus One. Undangan ini langsung saya dapatkan dari OnePlus One-nya. Sekilas info, OnePlus One merupakan merk telepon selular (handphone) dari Cina. Keunikan dari OnePlus One terletak pada sistem pembeliannya. Kita tidak dapat membeli OnePlus One di toko-toko (setidaknya sampai saat tulisan ini dibuat) karena OPO (selanjutnya saya singkat sebagai OPO saja ya karena OnePlus One cukup panjang untuk ditulis, tapi ingat OPO tidak sama dengan OPPO :P) tidak memiliki toko fisik dan tidak menjual barangnya ke distributor. Lalu bagaimana cara mendapatkan OPO? OPO menggunakan sistem invitasi atau undangan. Jika kamu memiliki undangannya dan ingin membeli OPO, maka dalam waktu 1×24 jam, undangan tersebut harus digunakan.

OnePlus One juga disebut sebagai Flagship Killer karena harganya yang tergolong murah untuk spesifikasi yang tinggi. OnePlus One tersedia dalam dua versi, Silk White 16 GB dan Sandstone Black 64GB. Silk White 16GB dijual dengan harga USD 299 sedangkan Sandstone Black 64GB dengan harga USD 349.

Kembali ke undangan yang saya dapatkan😉

Jadi, sejak tahun lalu ketika OPO menggelar event Pre-Order, saya sudah tertarik untuk membelinya. Namun, sayangnya saya sudah memiliki HP yang terbilang masih baru. Jadi, saya mengurungkan niat untuk memesan dan sempat `meracuni` si KoBun untuk membeli OPO. Sayangnya lagi, usaha saya meracuni dia gagal😦 Dia beralasan OPO tidak memiliki toko fisik dan nanti kalau ada masalah bakal susah mencari customer service-nya.

Kemudian, tiba-tiba beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan undangan untuk membeli OPO. Saya kembali teringat dengan niat saya yang ingin membeli OPO tapi terhalang karena masih memiliki HP yang bagus. Lalu, saya teringat juga kalau si KoBun berencana untuk membeli HP baru karena HP-nya saat ini sudah cukup uzur (sudah hampir 4 tahun). Mulailah saya menghasut dia untuk membeli OPO. Saya memberikan link website OPO dan menjelaskan tentang sistem undangan itu. Dia pun akhirnya sibuk mencari informasi tentang OPO. Awalnya, dia masih ragu dan lebih cenderung untuk tidak membeli alias mau mikir-mikir dulu. Alasannya, dulu ketika mau membeli HP saja dia riset berbulan-bulan dulu dan sudah sempat memegang prototype-nya di toko-toko HP sedangkan OPO ini tidak bisa dipegang dan belum terlalu banyak review tentang OPO.

Saya pun mengingatkan kalau undangan ini hanya berlaku 1×24 jam, jadi kalau dia memang tidak mau membelinya, ya sudah undangannya hangus dan mungkin perlu menunggu cukup lama sampai saya bisa mendapatkan undangan itu lagi. Mendengar hal ini, akhirnya dia pun luluh dan memutuskan untuk membeli OPO (dalam hati saya bersorak gembira: Yes! Bisa coba-coba OPO walaupun bukan HP sendiri :P)

Begitu barangnya sampai di rumah, saya langsung jatuh cinta dengan kotak OPO (bahkan saya sempat membanding-bandingkan kotaknya dengan kotak Samsung Galaxy S4 saya). Perpaduan warna merah dan putih memberikan kesan elegan. Tidak hanya kotak HP-nya saja yang bagus, tapi kotak case dan juga screen protector-nya dirancang khusus dengan tetap menggunakan warna merah dan putih. Berikut ini foto-foto seputar OnePlus One:

20150115_214740

20150115_214758 OnePlus One 64GB Sandstone Black (dengan Nova Launcher)

IMG_20150115_214040

IMG_20150115_214005 OnePlus One Box – Front

IMG_20150115_214144

IMG_20150115_214128 OnePlus One Box – Inside

IMG_20150115_214709

OnePlus One Box – Behind

IMG_20150115_214224

IMG_20150115_214533IMG_20150115_214515IMG_20150115_214646 OnePlus One Clear Case Box

IMG_20150115_214238

IMG_20150115_214601IMG_20150115_214633IMG_20150115_214646OnePlus One Screen Protector Box

Dari segi spesifikasi, OnePlus One tidak kalah dari Samsung Galaxy Note 4 dan harganya hampir setengah dari harga Note 4. Cover belakang OPO sangat halus namun cepat kotor. Oleh sebab itu, sebaiknya ketika memesan OPO juga langsung memesan case-nya. Untuk ukuran, OPO tergolong cukup besar, 5.5 inch, dan tangan saya juga hampir tidak cukup untuk memegangnya. Jadi, untuk orang-orang yang lebih mementingkan ukuran, sebaiknya jangan membeli OPO.

Untuk urusan operating system, OPO tidak memiliki OS khusus seperti Samsung. Oleh karena itu, OPO memilih untuk menggunakan Cyanogen Mod sebagai OS-nya. Di salah satu FAQ-nya juga tertulis jika pengguna OPO me-root device-nya, maka garansi yang ada tidak akan hilang karena OPO memiliki slogan “Never Settle”.

So far, si KoBun puas dengan mainan barunya😀

Sekian cerita mengenai kotak OnePlus One. Mungkin saya akan menuliskan review tentang penggunaan OnePlus One (jika tidak lupa).

再見!

signatureblack

2 thoughts on “OnePlus One

  1. melati says:

    bagaimana ya cara mendapatkan undangannya. saya sdh tertarik dan ingin membeli bhkn berlangganan newsletter opo di lazada tapi blm mendapatkan undangan. Jika tahu orang lain yang mungkin memiliki undangan lain…pls share yaaa

    • di websitenya rasanya bisa daftar untuk antri undangan. Kalau ga, tiap hari selasa, bisa beli oneplus one tanpa undangan di websitenya langsung (bukan lewat lazada)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s