Lalu, kelanjutannya apa?


Beberapa bulan belakangan ini, saya disibukkan dengan berbagai hal mulai dari menjalankan sisa tugas di sebuah organisasi, mengikuti sebuah perlombaan yang sebenarnya berawal dari coba-coba dan akhirnya bisa lolos ke final, mengerjakan tesis dan mengejar sidang sebelum berperang di final lomba tersebut, mengerjakan revisi, dan yang paling penting adalah mencari kerja.

Sewaktu lulus dulu, saya melihat teman-teman saya sibuk mengikuti career fair yang diadakan di kampus. Mereka juga giat melamar ke berbagai perusahaan terkemuka. Dulu, saya tidak antusias karena memang sudah merencanakan akan melanjutkan kuliah di Taiwan. Ketika saya mendengar cerita-cerita teman-teman saya mengenai betapa susahnya mencari pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan, saya pun bertanya-tanya dalam hati mengapa hal itu bisa terjadi? Toh, kita sudah punya bekal ilmu dari bangku kuliah. Tentunya tidak akan terlalu susah untuk mencari pekerjaan sesuai dengan bidang ilmu yang telah dipelajari.

Sekarang, saya merasakan apa yang dirasakan teman-teman saya dulu – susahnya mencari pekerjaan sesuai dengan yang diinginkan apalagi mencari pekerjaan di negeri orang yang tentunya memiliki kebutuhan dan persyaratan yang berbeda pula. Saya menghabiskan waktu berhari-hari hanya membuka 104 (website yang cukup terkenal di Taiwan untuk mencari pekerjaan) dan membaca berbagai lowongan pekerjaan yang ada di situ (tentunya dengan bantuan Google Translate). Sempat ada beberapa telepon yang menawarkan pekerjaan, tapi sayangnya mereka berbicara dalam bahasa mandarin dan ketika saya balas dengan bahasa Inggris atau ketika saya bertanya apakah mereka bisa berbicara dalam bahasa Inggris, sebagian besar mengatakan “maaf salah sambung”😐

Saya kembali bertanya-tanya sebenarnya pekerjaan seperti apa yang saya inginkan dan mengapa sepertinya sangat susah untuk mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan. Akhirnya, saya mencoba membuat akun di 1111 (website yang serupa dengan 104) dan mulai mencari-cari lowongan yang ada. Satu hal yang cukup menyenangkan adalah hanya dengan membuat akun saja, kita sudah dapat dihubungi oleh berbagai perusahaan walaupun tidak melamar ke perusahaan mereka. Hal itulah yang terjadi pada saya. Beberapa perusahaan menghubungi saya dan mengajak wawancara. Akan tetapi, pekerjaan yang ditawarkan ke saya sebagian besar berkisar di dunia IT.

Pada awalnya, saya berencana untuk mulai bekerja di bulan September dan menghabiskan bulan Juli dan Agustus untuk liburan. Tapi, sayangnya rencana hanyalah rencana. Saya diminta mulai bekerja bulan Agustus. Semuanya terasa serba mepet dan terburu-buru. Karena terburu-buru itulah, saya juga membeli tiket pulang ke Indonesia dengan waktu yang mepet. Begitu tiba di Indonesia, tentunya keluarga saya penasaran dengan pekerjaan saya. Perusahaan apa, kerjanya apa, gajinya berapa, dan berbagai hal lain. Tidak hanya keluarga, teman-teman yang cukup dekat dengan saya juga bertanya hal yang sama.

Semakin banyak orang yang bertanya dengan pertanyaan yang sama, semakin ragu saya menjawabnya. Mungkin ketika pertama kali ditanya kenapa memilih bekerja di Taiwan, saya masih bisa menjawab dengan mantap. Tapi, lama-kelamaan saya mulai ragu dengan alasan mengapa saya memilih bekerja di Taiwan. Semakin banyak yang bertanya, semakin ragu pula saya dengan pekerjaan ini. Apa yang sebenarnya ingin saya capai nantinya? Apakah pekerjaan ini bisa membantu saya untuk mencapai tujuan saya ke depannya?

Beberapa orang yang mendengar cerita mengenai saya yang akan mulai bekerja di Taiwan mengatakan kepada saya bahwa saya hebat. Mereka mengatakan bahwa pasti lebih enak bekerja di Taiwan daripada di Indonesia. Adapula yang mengatakan ke anak-anak mereka untuk mengikuti jejak saya, kuliah di Taiwan kemudian bekerja di Taiwan. Namun, lagi-lagi perkataan mereka membuat saya semakin ragu. Mungkin di dalam pandangan mereka, saya merupakan sesosok anak yang cukup sukses: S2 dua kali dan bisa mendapat kerja di Taiwan. Bagi saya sendiri, saya tidak bisa mengatakan itu sebuah kesuksesan atau tidak. Rasanya saya sudah membuang-buang waktu 2 tahun di Taiwan tanpa mendapatkan sesuatu yang signifikan.

Yah, pandangan setiap orang berbeda-beda. Menurut orang lain, apa yang sudah saya jalani ini merupakan salah satu bentuk kesuksesan. Bagi saya sendiri, sesungguhnya saya masih tidak yakin dengan apa yang saya lakukan saat ini. Mungkin, ini yang namanya proses mencari jati diri. Semoga dalam waktu dekat saya bisa memantapkan hati.

再見!

signatureblack

One thought on “Lalu, kelanjutannya apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s