[J-Dorama] Pin to Kona (ぴんとこな)


Hola!

Rasanya sudah lama saya tidak menulis review tentang drama Jepang. Kesibukan kuliah dan kegiatan-kegiatan lainnya cukup berhasil menyita waktu saya. Belakangan ini saya hanya sempat menonton anime saja dan itupun bukan anime baru. Kemarin akhirnya saya menyempatkan diri mencoba menonton drama “Pin to Kona”. Drama ini sebenarnya sudah sekitar dua bulan bertengger di laptop saya tanpa pernah ditonton. Alasan mengapa saya memiliki drama ini sebenarnya merupakan alasan klasik: karena pemeran utamanya Tamamori Yuta (salah satu personil Kis-My-Ft2)😀

Pin_to_Kona-p2

Tokoh utama drama ini adalah Kawamura Kyonosuke (Yuta Tamamori), anak laki-laki dari keluarga Kijima yang terkenal di dunia Kabuki. Kyonosuke merupakan seorang aktor kabuki dan disebut-sebut sebagai Prince of Kabuki. Walaupun sebenarnya ia memiliki potensi yang sangat besar sebagai aktor kabuki, ia sama sekali tidak memiliki motivasi sebagai aktor Kabuki.

Kyonosuke seringkali pergi bersama Haruhiko Sakamoto (Jesse Lewis) beserta fans-fans wanitanya sampai tengah malam. Ayahnya, Kawamura Sasaemon  (Goro Kishitani), selalu memarahi Kyonosuke dan meminta ia lebih sadar akan posisinya sebagai penerus keluarga. Kyonosuke merasa apapun yang telah dilakukannya tidak pernah dapat memuaskan ayahnya. Hal inilah yang membuat Kyonosuke menjadi jenuh dengan kabuki. Ia juga tidak dapat memaafkan ayahnya karena selalu lebih memiliki kabuki dibandingkan hal yang lain termasuk keluarga. Karena merasa kerja keras dan perasaannya tidak pernah diperhatikan, ia pun sering bolos latihan dan tidak pernah latihan dengan sepenuh hati.

Suatu hari, ketika Kyonosuke telah selesai mementaskan “Mirror Spirit”, ia seperti biasa keluar dan menyapa fans-fansnya. Akan tetapi, tiba-tiba seorang murid perempuan datang dan memarahi Kyonosuke karena penampilannya di panggung yang sangat buruk. Chiba Ayame (Umika Kawashima) ternyata merupakan seorang gadis yang sangat menyukai Kabuki dan ia juga memiliki seorang aktor kabuki favorit – teman masa kecilnya. 10 tahun yang lalu, Ayame memperkenalkan dunia kabuki kepada salah satu temannya, Hiroki. Ayame meminta Hiroki mementaskan “Mirror Spirit” di acara sekolah. Berkat kabuki, Ayame dan Hiroki pun menjadi teman dekat. Ayame bahkan membuatkan nama panggung untuk Hiroki: Ichiya. Ketika ayah Ayame kehilangan pekerjaan dan keluarganya harus pindah, Hiroki berjanji bahwa ia akan menjadi aktor Kabuki nomor satu dan menjemput Ayame.

Kyonosuke sendiri bertemu dengan seorang rival di tempat latihan, Sawayama Ichiya (Yuma Nakayama). Ichiya bukan berasal dari keluarga kabuki, akan tetapi ia belajar kabuki di bawah bimbingan Sawayama Sakugoro, kepala keluarga Todoroki. Keluarga Todoroki juga merupakan keluarga kabuki yang terkenal. Ichiya percaya berkat segala kerja keras dan keahliannya, ia dapat menjadi aktor kabuki nomor satu. Ia pun berambisi untuk menjadi penerus keluarga Todoroki dan satu-satunya cara untuk mewujudkan ambisinya ialah dengan menikahi putri keluarga Sawayama, Yuna. Yuna yang merupakan anak tunggal keluarga Todoroki memang sangat menyukai Ichiya dan selalu berusaha mendukung Ichiya agar dapat menjadi aktor kabuki nomor satu.

Setelah lama-kelamaan mengenal Ayame, Kyonosuke mulai menyukai Ayame. Akan tetapi, ia mengetahui bahwa Ayame menyukai teman masa kecilnya. Ketika Kyonosuke mengajak Ayame untuk melihat ruang latihan Kijima, tanpa diduga Ichiya sedang berada di ruangan tersebut bersama ayahnya. Ayame sangat kaget melihat Ichiya. Ternyata Ichiya merupakan teman masa kecil Ayame, Hiroki. Ichiya pun selama ini masih mengingat Ayame dan masih memegang janjinya pada Ayame.

Dimulainya kisah cinta segitiga antara Kyonosuke, Ayame, dan Hiroki serta perjalanan Kyonosuke dan Hiroki untuk menjadi aktor kabuki nomor satu. Kyonosuke berusaha untuk tidak kalah dari Ichiya dan mulai berlatih serius untuk menampilkan pertunjukan yang bagus di hadapan Ayame. Hiroki yang senang bisa bertemu dengan Ayame pun memutuskan untuk keluar dari keluarga Todoroki dan tinggal bersama Ayame, namun sayangnya rencana tersebut gagal karena rencana Yuna. Ayame pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Hiroki supaya Hiroki tetap dapat mewujudkan impiannya menjadi aktor kabuki nomor satu. Kyonosuke selalu berusaha melakukan berbagai hal untuk menghibur Ayame dan berkali-kali ingin mengutarakan perasaannya pada Ayame, namun selalu gagal.

Hal yang menarik dari drama ini adalah tentu saja kabuki dan alur ceritanya😀 Sejujurnya saya tidak tahu apa-apa mengenai kabuki dan sama sekali tidak tertarik dengan kabuki. Drama ini memberikan informasi mendasar mengenai kabuki seperti seluruh aktor kabuki ialah laki-laki sehingga tokoh perempuan pun diperankan oleh laki-laki. Di drama ini, Ichiya merupakan aktor spesialis pemeran tokoh perempuan sedangkan Kyonosuke merupakan aktor spesialis pemeran tokoh laki-laki.

Selain menceritakan kabuki, perkembangan karakter Kyonosuke dan Ichiya juga sangat terasa di drama ini. Kyonosuke yang awalnya digambarkan sebagai tokoh yang seringkali lari dari kenyataan dan selalu menyalahkan orang lain mulai berubah menjadi tokoh yang berani menghadapi kenyataan dan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memberikan penampilan yang memukau penonton. Ia juga belajar memperhatikan orang lain dan belajar bagaimana membuat orang lain bahagia.

Tokoh Ichiya pada awalnya digambarkan sebagai tokoh sangat percaya diri akan kemampuannya sendiri dan benar-benar memfokuskan dirinya pada Kabuki.  Ia akan melakukan cara apapun demi mewujudkan ambisinya walaupun cara tersebut menyakiti dirinya sendiri dan orang lain. Akan tetapi, lama-kelamaan Ichiya sadar dan memutuskan untuk memulai kembali dari awal. Kemampuan akting Nakayama Yuma juga terlihat berkembang setelah perannya sebagai Narumi Hikaru di drama Piece.

Sesungguhnya saya kurang suka dengan akting Umika sebagai Ayame. Ekspresi wajah dan nada suaranya terkesan monoton (kurang greget)😛 Selain itu, rasanya wajah Umika masih terkesan sangat bocah sehingga cukup aneh ketika dipasangkan dengan Tamamori Yuta.

Tapi secara keseluruhan, saya menyukai drama ini. Alur ceritanya tidak lambat dan bertele-tele, emosi setiap karakter tersampaikan dengan baik, dan perkembangan karakter tokoh utamanya juga terlihat. Plus, soundtrack dramanya bagus: “Kimi to no Kiseki” yang dibawakan oleh Kis-My-Ft2😛

Sekian review dari saya. Sampai berjumpa di review selanjutnya!

再見!

signatureblack

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s