[J-Movie] I Give My First Love to You (僕の初恋をキミに捧ぐ)


i-give-my-first-love-to-you-movie-poster-2009-1020521122

Saya tertarik untuk menonton film ini setelah melihat posternya di salah satu post yang ditulis oleh teman saya di fb😀 Setelah mencari sedikit informasi mengenai film ini dari paman Google, saya sampai pada satu kesimpulan “sepertinya film ini berakhir tidak bahagia alias sad ending“. Sesungguhnya saya kurang suka film dengan sad ending. Happy ending memang terlalu mainstream tapi rasanya kebanyakan penonton lebih menyukai happy ending dibandingkan sad ending. Tapi, lagi-lagi karena saya menyukai kedua pemeran utama di film ini, akhirnya saya memutuskan untuk menontonnya😛

Cerita dimulai dengan perkenalan terhadap kedua tokoh utama sewaktu mereka masih kecil (berusia 8 tahun). Kakinouchi Takuma merupakan anak lelaki yang memiliki kelainan jantung sehingga seringkali ia bolak-balik rumah sakit karena terkena serangan jantung. Di rumah sakit tersebut, ia berkenalan dengan anak perempuan dari dokter yang merawat dirinya, Taneda Mayu. Mereka berdua pun cepat menjadi akrab dan berteman baik. Suatu ketika, Takuma pun mendengar pernyataan dokter bahwa penyakit yang dideritanya cukup serius dan ia tidak akan bisa hidup sampai usia 20 tahun. Di saat itu pula, Mayu juga mendengar pernyataan tersebut. Mayu yang tidak ingin Takuma meninggal, pergi mencari 4-leaf clover. Takuma kemudian datang dan membantu Mayu mencari bunga tersebut. Takuma juga ingin meminta pada Tuhan agar permohonannya dikabulkan. Takuma berkata bahwa ia ingin menjadi astronot dan kemudian ketika ia sudah dewasa, ia akan menikahi Mayu. Mayu yang kaget mendengar perkataan Takuma pun menjadi sedih karena ia tahu Takuma tidak akan hidup sampai usia 20 tahun. Begitu Takuma berhasil menemukan 4-leaf clover, Mayu langsung berteriak sambil menangis meminta Takuma jangan sampai meninggal. Takuma yang kaget melihat Mayu menangis pun akhirnya menciumnya.

Kisah mereka berdua kemudian berlanjut di masa SMP. Mayu dan Takuma bersekolah di tempat yang sama dan juga sekelas. Karena kondisi badannya yang lemah, Takuma tidak dapat mengikuti pelajaran olahraga. Selama pelajaran olahraga, ia hanya duduk di pinggir lapangan mengamati teman-teman sekelasnya bermain. Sedangkan Mayu tumbuh menjadi anak perempuan yang cukup atletis. Karena suatu kejadian yang menimpa Mayu, Takuma marah dan memukul teman sekelasnya hingga ia hampir terkena serangan jantung. Takuma pun memutuskan untuk meninggalkan Mayu karena ia seringkali melihat Mayu menangis karena memikirkan kondisi dirinya. Ia berpikir Mayu akan lebih bahagia bila tidak bersama dirinya.

Untuk menjalankan aksinya menjauhi Mayu, Takuma mendaftarkan dirinya ke Shido High School, SMA yang cukup terkenal dan merupakan sekolah berasrama. Awalnya orangtua Takuma tidak setuju dengan keputusan Takuma karena mereka khawatir dengan kondisi Takuma. Ibu Takuma bahkan sampai berpikiran Mayulah penyebab Takuma mendaftar ke sekolah tersebut. Ibu Takuma mendatangi Mayu dan meminta Mayu untuk mengubah keputusan Takuma. Mayu sendiri kaget ketika mendengar Takuma akan mendaftar ke sekolah tersebut. Takuma berpikir Mayu tidak akan dapat mengikutinya ke sekolah tersebut karena kemampuan Mayu yang pas-pasan dalam hal pelajaran.

Pada saat kelulusan, Takuma tidak berani mengatakan perpisahan kepada Mayu. Justru Mayulah yang mengucapkan “sayonara” pada Takuma. Takuma lalu mengubah gaya rambutnya dan mulai memasuki kehidupan SMA. Tanpa ia duga, siswi yang memberikan kata sambutan pada upacara penerimaan murid baru adalah Mayu. Mayu berhasil masuk ke sekolah tersebut dengan nilai ujian tertinggi. Mayu pun mengatakan bahwa ia akan selalu mengikuti Takuma dan membuat janji mereka di masa kecil terwujud.

Selain mereka berdua, ada pula siswa baru bernama Kou Suzuya yang langsung jatuh hati pada Mayu. Ia berusaha mendekati Mayu dan selalu memanggil Mayu dengan sebutan “Princess”. Kou sendiri tahu tentang penyakit yang diderita oleh Takuma karena ayah Kou telah meninggal dengan penyakit yang sama. Ayah Kou telah menunggu selama 3 tahun untuk mendapatkan donor jantung namun ia tidak pernah mendapatkannya sehingga akhirnya ia pun meninggal. Kou membenci ayahnya karena ibunya selalu menangis ketika mengingat ayahnya yang telah meninggal itu. Oleh karena itu, Kou tidak ingin Mayu menderita seperti ibunya ketika Takuma telah meninggal. Kou meminta Takuma untuk menjauhi Mayu. Takuma pun membiarkan Kou mendekati Mayu karena ia menganggap dirinya tidak dapat memberikan kebahagiaan untuk Mayu.

Beberapa saat kemudian, Takuma bertemu kembali dengan temannya di masa kecil ketika sama-sama dirawat di rumah sakit, Teru Uehara. Teru kembali ke rumah sakit karena terkena serangan jantung dan saat ini ia sedang menunggu donor jantung. Takuma yang dekat dengan Teru membuat Mayu cemburu. Takuma kemudian sering mengunjungi Teru di rumah sakit karena ia tahu Teru pasti merasa kesepian sendirian di rumah sakit. Ternyata Teru menyukai Takuma dan meminta Takuma untuk menciumnya. Teru mengatakan bahwa selama hidupnya, ia belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun karena penyakitnya. Oleh karena itu, ia tidak ingin mati begitu saja. Ia pun mencium Takuma dan mengatakan itu adalah ciuman pertamanya.

Takuma kemudian menceritakan kepada Mayu bahwa Teru dan ia telah berciuman. Takuma berusaha menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud apa-apa hanya saja ia kasihan dengan Teru. Mayu yang kesal dengan sikap Takuma tentu saja marah dan berkata seharusnya lelaki yang didekati oleh perempuan yang tidak ia sukai harus bisa “tidak” dengan tegas. Takuma yang kesal dengan Mayu pun akhirnya memutuskan untuk putus. Keesokan harinya Takuma pergi mengunjungi Teru dengan niat mengklarifikasi kejadian kemarin, tapi ternyata Teru telah meninggal dunia kemarin malam karena serangan jantung mendadak.

Takuma yang shock dengan kabar kematian Teru juga mengalami serangan jantung namun akhirnya ia bisa mengatasi serangan jantung tersebut. Setelah kejadian tersebut, Takuma memutuskan untuk kembali bersama Mayu. Ia tidak ingin menyia-nyiakan waktunya dan ingin bersama Mayu hingga akhir hidupnya. Takuma menantang Kou untuk bertanding lari sprint 100m. Jika ia menang, ia meminta Kou untuk tidak mendekati Mayu lagi, sedangkan bila Kou menang, ia akan menyerahkan Mayu pada Kou. Tak disangka ternyata Takuma menang dan ia meminta Kou untuk menepati janjinya. Takuma dan Mayu pun kembali berbaikan.

Pihak rumah sakit menghubungi Takuma dan mengatakan bahwa ada kabar baik untuk Takuma. Takuma berhasil mendapatkan donor jantung. Donor jantung tersebut berasal dari seseorang yang mengalami kecelakaan. Takuma beserta orangtuanya sangat bahagia mendengar kabar itu. Operasi Takuma pun dijadwalkan akan dilakukan dua hari kemudian. Takuma disuruh beristirahat di rumah sakit selama dua hari tanpa boleh kemana-mana. Ternyata di saat yang sama, Kou dinyatakan brain dead karena kecelakaan. Kou mendaftarkan dirinya sebagai pendonor jantung bila ia meninggal. Keluarganya juga setuju untuk mendonorkan jantung Kou dan jantung inilah yang akan didonorkan pada Takuma. Mayu yang mengetahui kenyataan itu berusaha menutupinya dari Takuma. Pada akhirnya Takuma mengetahui kalau jantung yang akan ia dapatkan berasal dari Kou dan ia menolak untuk dioperasi. Pada saat yang bersamaan, Kou juga meneteskan airmata dan jarinya sempat bergerak. Melihat hal itu, ibu Kou merasa bahwa anaknya masih hidup dan akhirnya menolak untuk mendonorkan jantung Kou.

Kondisi Takuma semakin parah sampai akhirnya ia mendapat serangan jantung dan tidak sadarkan diri. Mayu yang takut Takuma meninggal, pergi memohon pada ibu dan kakek Kou untuk mendonorkan jantung Kou. Tapi keluarga Kou tetap tidak ingin mendonorkannya karena mereka menganggap suatu hari nanti Kou akan bangun. Takuma yang akhirnya terbangun, mengajak Mayu untuk honeymoon dan mereka pergi ke taman bermain. Selama seharian, Takuma menemani Mayu bermain. Di akhir perjalanan mereka, Takuma meminta maaf karena ia tidak bisa memenuhi janji mereka di masa kecil.

Kisah film ini berakhir dengan kematian Takuma dan Mayu yang akhirnya pergi ke gereja dengan menggunakan gaun pengantin sambil membawa abu Takuma😦

Cerita di film ini juga mengalami perubahan dari cerita di manga. Di manga, Kou merupakan senior sekaligus dorm president di sekolah Mayu dan Takuma sedangkan di film, Kou digambarkan sebagai sesama murid baru. Menurut cerita manga, Mayu dan Takuma sempat menikah terlebih dahulu sebelum dioperasi dan akhirnya Takuma dioperasi menggunakan metode baru, bukan transplantasi jantung dan hasilnya tidak diketahui karena manga-nya berhenti sampai di situ (baca: tamat). Pembaca dibiarkan berasumsi sendiri apakah pada akhirnya Takuma selamat atau meninggal karena ci akhir manga diperlihatkan gambar Takuma dan Mayu beserta seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan.

Menonton film ini cukup membuat terharu. Kalau mengutip kata teman saya, “bisa membuat nangis bombay”😛 Saya senang dengan akting dari Mao Inoue (pemeran Mayu) dan juga Masaki Okada (pemeran Takuma). Sebagai kesimpulan, saya sangat merekomendasikan menonton film ini😀 Ah! Sebenarnya manga ini juga berhubungan dengan manga Boku wa Imōto ni Koi o Suru. Manga Boku wa Imōto ni Koi o Suru juga sempat diadaptasi ke dalam movie berjudul “My Sister, My Love” dengan Matsumoto Jun dan Nana Eikura sebagai pemeran utamanya. Namun, movie “My Sister, My Love” ini menurut saya kurang bagus. Alurnya lambat dan kurang menarik. Versi manga-nya jauh lebih bagus.

Sekian review dari saya😀

再見!

signatureblack

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s