[J-Dorama] IS~男でも女でもない性~


Dorama yang menarik perhatian saya untuk ditonton kali ini adalah dorama mengenai intersex. Intersex adalah kondisi dimana seseorang sulit ditentukan jenis kelaminnya karena anatomi tubuh maupun alat reproduksinya yang tidak dapat dikategorikan sebagai laki-laki atau perempuan. Terdapat berbagai macam tipe intersex dan salah satu tipe yang ada ialah orang tersebut memiliki ovarium dan testis di dalam tubuh. Tipe inilah yang diangkat menjadi cerita di dalam dorama IS~男でも女でもない性~ (IS ~Otoko Demo Onna Demo Nai Sei~). Penjelasan lebih lanjut mengenai intersex dapat dibaca di wikipedia atau di ISNA.

OST IS~男でも女でもない性~

Dorama yang ditayangkan pada tahun 2011 ini diangkat dari manga dengan judul yang sama pula. Awalnya saya mengira dorama ini serupa dengan manga I”S tapi ternyata berbeda😛 Plot yang cukup unik membuat saya cukup penasaran untuk segera menamatkannya. IS~男でも女でもない性~ menawarkan sepuluh episode dengan durasi setiap episodenya berkisar antara 40-an menit. Berikut ini para tokoh utama di dalam dorama IS:

Cerita berawal dari perkenalan mengenai keluarga Hoshino. Hoshino Taro adalah seorang pâtissier dan memilih sebuah toko kue yang cukup laris. Istrinya – Hoshino Yoko juga bekerja di toko tersebut dan saat itu sedang hamil. Ketika sang anak telah dilahirkan, dokter tidak memperbolehkan mereka bertemu dengan anaknya dan bahkan tidak memberi tahu jenis kelamin anak mereka. Selang beberapa waktu kemudian, akhirnya mereka diberitahu oleh dokter bahwa anak mereka tergolong ke dalam IS (intersex) sehingga pihak rumah sakit kesulitan untuk menentukan jenis kelamin anak mereka. Dokter pun meminta mereka untuk memutuskan jenis kelamin anak mereka dan setelah itu pihak rumah sakit akan melakukan operasi sesuai dengan keputusan orangtua.

Depresi. Stres. Putus asa. Hal itulah yang dirasakan oleh pasangan Hoshino. Yoko bahkan sempat menyalahkan dirinya sendiri karena ia berpikir dirinyalah penyebab anaknya bisa lahir dalam kondisi seperti itu. Yoko juga sempat ingin bunuh diri bersama bayinya. Untung saja hal tersebut sempat digagalkan oleh suaminya. Setelah kejadian itu, mereka pun memutuskan untuk tidak melakukan operasi dan menunggu hingga anaknya dewasa barulah sang anak sendiri yang memutuskan ingin menjadi laki-laki atau perempuan.

Beberapa saat kemudian, kondisi bayi mereka semakin menurun dan dokter tetap meminta mereka untuk memutuskan jenis kelamin anak mereka dan segera melakukan operasi. Akhirnya mereka pun mendaftarkan anak mereka sebagai perempuan dengan nama Hoshino Haru. Haru juga melakukan operasi untuk menghilangkan testis yang dimilikinya.

Namun ternyata kenyataan berkata lain. Ketika Haru berumur dua tahun, dia mulai menunjukkan ketertarikannya pada mainan anak laki-laki dan sama sekali tidak tertarik pada mainan anak perempuan. Akhirnya semenjak TK sampai SMP, ia selalu didaftarkan di sekolah sebagai anak laki-laki (tentunya pihak sekolah mengetahui kondisi badan Haru). Ketika lulus SMP, Haru memutuskan menjadi pâtissier dan membantu ayahnya untuk membuka toko kuenya kembali. Untuk mewujudkan mimpinya, Haru mendaftar di sebuah SMA yang terkenal dengan pelajaran memasaknya. Akan tetapi, ketika orangtua Haru menjelaskan kondisi Haru ke pihak sekolah dan menanyakan apakah Haru boleh mengikuti kegiatan belajar sebagai murid laki-laki, pihak sekolah menolak permintaan tersebut. Pihak sekolah hanya akan memperbolehkan Haru masuk ke sekolah tersebut bila ia terdaftar sebagai murid perempuan karena pada dasarnya, di kartu keluarga Hoshino, Haru adalah seorang anak perempuan. Selain itu, bila Haru setuju untuk mendaftar sebagai murid perempuan, ia juga tidak boleh memberitahukan kondisi badannya kepada siapapun di sekolah.

Setelah berpikir panjang, Haru pun setuju dengan persyaratan dari pihak sekolah dan memulai kehidupannya sebagai murid perempuan. Di hari pertama sekolah, ia bertemu dengan seorang siswi baru bernama Miwako. Lama-kelamaan mereka pun berteman dan Miwako mengundang Haru untuk bertamu ke rumahnya. Ketika Haru datang ke rumah Miwako, ibu dan ayah Miwako menyambutnya dengan hangat dan mengajaknya makan malam bersama. Haru sempat berpikir mungkin seperti inilah rasanya keluarga yang normal. Miwako juga menjadi orang pertama di sekolah yang mengetahui bahwa Haru adalah IS.

Hari demi hari berlalu dan tentu saja berbagai masalah juga bermunculan. Haru sempat berkenalan dengan salah seorang senior yang ikut di dalam klub sepakbola, Ibuki Kenji. Haru yang sangat menyukai sepakbola akhirnya harus menahan diri tidak bermain bola karena ia sekarang seorang murid perempuan. Haru dan Kenji pun tidak membutuhkan waktu yang lama untuk akrab karena mereka berdua sama-sama menyukai sepakbola dan mengidolakan pemain sepakbola yang sama. Makin lama, keakraban mereka menimbulkan rasa suka di dalam diri Haru. Selama ini ia selalu merasa dirinya adalah seorang laki-laki, tetapi kenapa ia bisa merasa nyaman dan bahagia berada di dekat Kenji – perasaan inilah yang membuat dirinya bingung. Ditambah lagi, ia juga semakin sering mengatakan kebohongan pada Kenji karena ia tidak ingin Kenji tahu tentang kondisinya yang sebenarnya.

Di lain pihak, ternyata keluarga Miwako tidak seindah yang dilihat Haru ketika ia datang berkunjung ke rumahnya. Kenyataannya, ayah dan ibu Miwako tidak rukun, ibu Miwako juga sering memaksakan kehendaknya pada Miwako bahkan sampai sempat mengunci Miwako di kamar dan tidak memperbolehkannya ke sekolah. Karena tidak tahan lagi pada kondisi keluarganya, akhirnya Miwako memutuskan untuk bunuh diri. Untung saja Haru sempat datang ke rumah Miwako dan menemukan Miwako yang sudah pingsan di lantai karena mengiris pergelangan tangannya. Di saat itulah Haru tahu kalau Miwako juga seorang IS.

Ibu Miwako, Naoko, tidak pernah menerima kalau Miwako adalah IS. Ia selalu menganggap Miwako adalah seorang anak perempuan. Oleh karena itu, sejak kecil Miwako selalu diberikan berbagai macam gaun dan memanjangkan rambutnya sehingga ia benar-benar seperti anak perempuan. Miwako juga setiap hari disuruh meminum vitamin dengan alasan vitamin tersebut bagus untuk kulit padahal vitamin tersebut adalah obat yang mengandung hormon wanita. Miwako baru saja mengetahui kalau dirinya IS karena ia tidak pernah mendapatkan her first period walaupun ia sudah berumur 15 tahun. Semakin lama, kondisi tubuh Miwako menyerupai laki-laki sedangkan kondisi tubuh Haru semakin lama menyerupai wanita. Haru mulai mendapatkan first period di hari pertama sekolah dan dadanya juga mulai bertumbuh.

Dorama ini memperlihatkan bagaimana kondisi seseorang yang tidak sesuai dengan kondisi umum yang ada di masyarakat akan menjadi perbincangan masyarakat dan bahkan dijauhi atau tidak diterima keberadaannya. Haru pada akhirnya mengumumkan kondisi badannya kepada semua orang yang ada di sekolah dan sejak saat itu Haru pun dijauhi oleh teman-temannya, bahkan oleh Kenji. Setiap hari Haru sendirian di sekolah, namun ia tetap berusaha tegar dan lama-kelamaan teman-temannya mulai kembali berteman dengannya. Pihak sekolah sendiri hampir saja akan mengeluarkan Haru dari sekolah tetapi pada akhirnya wali kelas Haru menentang keras keputusan tersebut dan mendukung Haru.

Dari dorama ini saya melihat berbagai hal:

  1. Ketika pilihan yang kita ambil menyimpang jauh dari kebiasaan masyarakat, maka kita akan dianggap aneh. Begitu pula dengan kepribadian kita. Di dalam masyarakat, kita sudah terbiasa dibedakan sebagai laki-laki atau perempuan. Ketika kita berada di antara keduanya, maka kita akan dianggap aneh dan dijauhi. Oleh karena itu juga, gay dan lesbian dianggap sesuatu yang aneh (ini bukan berarti saya setuju dengan konsep gay dan lesbian).
  2. Orangtua seringkali memaksakan kehendaknya kepada anaknya. Orangtua seringkali merasa paling tahu apa yang dibutuhkan oleh sang anak tanpa pernah menanyakan hal yang sebenarnya diinginkan oleh sang anak. Orangtua seringkali melakukan segala upaya untuk menutupi hal-hal yang dianggap memalukan termasuk berbohong kepada siapapun mengenai kondisi anaknya sendiri.
  3. Ketika kondisi rumah tangga tidak seperti yang diharapkan, orangtua seringkali lari dari kenyataan dan menelantarkan anak-anaknya. Contoh bentuk pelarian yang dilakukan oleh orangtua ialah sang ayah yang seringkali berada di kantor dengan alasan sibuk bekerja sehingga jarang pulang ke rumah dan menyerahkan seluruh urusan rumah tangga termasuk urusan anaknya kepada istrinya. Sang ayah tersebut juga menghindari anaknya dan tidak berusaha memahami kondisi anaknya. Akibatnya sang istri yang frustasi harus mengurus segala sesuatunya seorang diri akan memaksakan keinginannya pada sang anak.
  4. Anak-anak yang merasa frustasi dengan kondisi rumahnya akan berusaha mencari pelarian dalam berbagai bentuk. Ketika akhirnya mereka mencoba untuk berkomunikasi dengan orangtuanya dan ternyata orangtua mereka tetap saja tidak bisa memahami perasaan mereka, akhirnya mereka pun akan sampai pada dua pilihan: kabur dari rumah dan memutuskan hubungan dengan orangtuanya atau pada akhirnya menuruti segala kemauan orangtuanya dan mengubur dalam-dalam perasaannya sendiri karena merasa sudah sangat lelah terus-terusan bertengkar dengan orangtua.
  5. Komunikasi sangat penting. Bagaimana mungkin kita bisa mengakui bahwa kita menyukai seseorang bila kita menyimpan rahasia dari orang tersebut? Ketika kita menyukai seseorang, kita akan berusaha sekuat mungkin agar orang tersebut tidak mengetahui kejelekan kita. Kita akan berusaha sekuat mungkin agar bisa tetap dekat dengan orang tersebut. Tetapi, apa gunanya menyembunyikan hal yang penting dari orang tersebut? Berani menceritakan rahasia kita kepada orang yang kita sukai menunjukkan bahwa kita benar-benar mempercayainya dan ingin agar dia juga mempercayai kita.
  6. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda. Ketika seseorang berbeda dari kita, tidak berarti bahwa kita jauh lebih baik dari dia. Tidak berarti bahwa orang yang berbeda tersebut harus terus dikasihani dan juga dibantu. Tidak berarti bahwa ia tidak normal. Kita harus bisa menghormati perbedaan yang ada. Justru karena perbedaan itulah maka dunia terasa lebih berwarna dan menarik.

Overall, dorama ini cukup menarik untuk ditonton karena mengangkat cerita yang tidak biasa yaitu tentang intersex. Ending cerita ini juga cukup memuaskan karena berakhir dengan happy ending. Kedua pemeran utama dorama ini, Fukuda Saki dan Gouriki Ayame, juga sukses memerankan Haru dan Miwako. Tokoh Haru benar-benar digambarkan sebagai seorang anak perempuan yang cara berbicara, berjalan, makan, dan berpakaian pun seperti laki-laki sedangkan tokoh Miwako digambarkan sebagai anak perempuan yang penurut, cantik, benar-benar selalu berdandan seperti perempuan, dan juga memiliki aura misterius di beberapa episode awal. 

Nilai lebih dorama ini lagi adalah opening dan ending song yang digunakan. Dua-duanya sangat menarik untuk didengarkan😀 Opening song yang digunakan berjudul “想色コーディネート” yang dinyanyikan oleh Katsuo sedangkan ending songnya berjudul “パーソナル COLOR” yang dinyanyikan oleh Hilcrhyme.

Opening song:

Ending song:

Sekian review dorama IS~男でも女でもない性~dari saya. Sampai berjumpa di review berikutnya😀

再見!

signatureblack

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s