[T-drama] Office Girls


Officegirls

Kali ini saya akan membahas drama Taiwan berjudul Office Girls (小資女孩向前衝/Xiao Zi Nu Hai Xiang Qian Chong). Sebenarnya drama ini bukan tergolong drama baru karena telah disiarkan pada tahun 2011. Saya sendiri sudah men-download drama ini dari akhir tahun lalu, namun baru beberapa hari ini menyempatkan diri untuk menontonnya. “Office Girls” terdiri dari 25 episode dimana setiap episodenya berdurasi kurang lebih 1 jam. Di setiap akhir episode terdapat cuplikan kisah seputar keadaan syuting drama ini (sekitar 10-15 menit) – di sinilah kita bisa melihat karakter asli para pemeran tokoh “Office Girls” dan menurut saya hal ini sangat menarik😀

Berikut ini nama-nama para pemeran tokoh “Office Girls”:

Cerita diawali dengan perkenalan tokoh utama “Chen Xing Ren” (seringkali ditulis dengan Shen Xing Ren) yang sudah bekerja selama empat tahun di bagian salesJing Shi Department Store“. Karakter tokoh utama ini mudah ditebak dari penampilannya yang cukup “plain”😛 Ia selalu dilimpahi berbagai macam tugas oleh managernya. Xing Ren pun mendapat tugas untuk melatih dan membimbing karyawan baru di bagian sales, Qin Zi Qi. Zi Qi sebenarnya adalah anak dari pemilik “Jing Shi Department Store” – Qin Mu Bai. Ayah Qi Zi tidak puas melihat kelakuan anaknya yang seringkali tidak bertanggung jawab dan hanya mementingkan diri sendiri. Qin Mu Bai khawatir jika ia menyerahkan “Jing Shi Department Store” ke tangan Zi Qi, maka department store tersebut akan hancur begitu saja. Untuk menyadarkan anaknya mengenai betapa pentingnya “Jing Shi Department Store”, maka Mu Bai mengajukan kontrak kepada Zi Qi untuk menilai apakah Zi Qi pantas menjadi pemimpin selanjutnya dari “Jing Shi Department Store”. Kontrak tersebut berisi 5 poin:

  1. Tidak boleh memberitahukan identitas aslinya kepada siapapun
  2. Tidak boleh menggunakan uang keluarga – hanya boleh menggunakan uang hasil kerja sendiri (yang berarti kartu kreditnya pun dimatikan)
  3. Tidak boleh tinggal di rumah keluarga
  4. Memulai kerja dari bawah selama 1 tahun dan harus mendapat nilai “Very Good” untuk evaluasi kerjanya di akhir tahun
  5. Tidak boleh memberitahukan isi kontrak kerja ini kepada siapapun

Zi Qi tentu saja pada awalnya menolak menandatangani kontrak kerja itu. Ia tidak mengerti mengapa ia harus memulai kerja dari bawah padahal ia sudah mendapat gelar MBA di US. Ia meminta posisi manajer kepada ayahnya namun tentu saja ditolak. Setelah dibujuk oleh Vice President Feng, akhirnya ia pun setuju untuk menandatangani kontrak tersebut.

Gaya hidup Zi Qi sangat boros. Ia sudah terbiasa tinggal di rumah yang besar dan mewah. Terbiasa menghabiskan NT 30,000 sehari – namun sekarang gajinya sebulan hanya NT 30,000. Hal ini berbanding terbalik dengan Xing Ren. Xing Ren bisa dikatakan sangat pelit hemat. Setiap hari ia hanya makan spageti beserta brokoli. Ia seringkali menghemat segala sesuatunya agar ia bisa dengan cepat membeli sebuah rumah di Taipei untuk dirinya dan ibunya. Xing Ren tergolong pegawai yang sangat loyal. Ia bercita-cita untuk bekerja di “Jing Shi Department Store” selama sisa hidupnya. Ia melakukan segala pekerjaannya dengan sangat serius dan bertanggung jawab. Berbeda dengan Zi Qi yang merasa pekerjaan level bawah tidak penting dan yang penting adalah mengubah struktur managemen yang ada karena ia merasa struktur tersebut sudah tidak efisien.

Tak disangka, ternyata Zi Qi tinggal di apartemen yang sama dengan Xing Ren (tentunya berbeda lantai). Xing Ren tinggal di lantai paling atas bersama teman baiknya “Liu Yu Le” (Le Le). Zi Qi yang masih belum bisa meninggalkan gaya hidup mewahnya, akhirnya menghabiskan gaji satu bulan pertamanya hanya dalam beberapa hari saja. Xing Ren yang kasihan pada Zi Qi kemudian memutuskan untuk memasakkan makanan untuk Zi Qi dengan kondisi Zi Qi akan mengganti seluruh biaya makan tersebut setelah ia mendapatkan gaji di bulan berikutnya.

Dari awal drama ini, Zi Qi sudah tertarik dengan “Zheng Kai Er” – asisten manager di bagian merchandising. Kai Er terkenal sangat cantik namun sulit didekati. Suatu hari, Kai Er tidak sengaja mendengar percakapan Zi Qi dengan VP Feng dan dari situ ia pun mengetahui kalau Zi Qi merupakan anak Qin Mu Bai. Berawal dari sana, Kai Er pun mulai mendekati Zi Qi dengan tujuan ingin menjadi teman baik Zi Qi.

Bagian sales dan bagian merchandising seringkali berseteru. Xing Ren yang dipaksa ikut rapat oleh Manager Shi sempat mengajukan saran untuk mengundang desainer terkemuka – Yu Cheng Feng – untuk membuka counter di department store tersebut. Xing Ren sudah sejak lama mengidolakan Yu Cheng Feng. Bagian merchandising sendiri sudah pernah berusaha untuk mengajak Yu Cheng Feng membuka konter di Jing Shi, namun desainer tersebut menolak dan menyatakan di depan publik bahwa desainnya tidak akan pernah dijual di department store. Karena sudah melontarkan saran tersebut, Xing Ren diberi kepercayaan untuk merealisasikannya. Mulailah ia mencari cara untuk bertemu dengan Yu Cheng Feng dan memberikan proposal bisnisnya.

Suatu ketika di acara fashion show Yu Cheng Feng, Xing Ren sempat membantu Cheng Feng dari serangan pertanyaan wartawan. Dari situlah kedekatan Xing Ren dan Cheng Feng berawal. Ternyata Xing Ren merupakan pembeli pertama baju yang didesain oleh Cheng Feng dan Xing Ren sangat memahami konsep desain Cheng Feng. Cheng Feng pun tidak lama kemudian setuju untuk membuka konter di “Jing Shi Department Store” namun ternyata brand yang ingin ia tawarkan adalah brand “PB” bukan brand asli miliknya. Hal ini sempat menimbulkan konflik karena pihak manajemen atas department store hanya ini brand asli Yu Cheng Feng. Masalah pembukaan konter pun akhirnya terselesaikan dengan persetujuan pihak manajemen untuk membuka konter “PB”. Tentunya masalah tidak berakhir sampai di sini. Wei Min Na, pacar Yu Cheng Feng, tiba-tiba kembali ke Taiwan dan juga ingin membuka konter di “Jing Shi” dengan syarat Xing Ren yang menangani desain konter tersebut.

Masalah demi masalah pun berdatangan. Hubungan Zi Qi – Xing Ren – Kai Er juga semakin berkembang. Kai Er yang awalnya setuju untuk menjadi teman baik Zi Qi akhirnya cemburu dan iri dengan hubungan antara Zi Qi dan Xing Ren. Kai Er pun berusaha menghancurkan hubungan mereka dengan berbagai trik. Pada akhirnya Zi Qi dan Xing Ren saling menyadari perasaannya satu sama lain dan mulai berpacaran. Kai Er pun tidak menyerah walaupun Zi Qi sendiri telah mengatakan bahwa wanita yang ia sukai adalah Xing Ren. Kai Er berpura-pura baik di hadapan Xing Ren dan Zi Qi, namun ia terus-menerus menjalankan berbagai trik untuk membuat seolah-olah Zi Qi masih tertarik dengan dirinya.

Masalah lain pun tiba ketika ibu Zi Qi kembali ke Taiwan dari US. Ibunya sangat mementingkan uang, kedudukan, dan penampilan. Ia mendesak ayah Zi Qi untuk mempromosikan Zi Qi sebagai CEO. Berbagai cara ia lakukan agar ayahnya mau mempromosikan Zi Qi. Ia juga kaget ketika tahu Zi Qi berpacaran dengan Xing Ren. Ibu Zi Qi mengganggap Xing Ren tidak pantas untuk Zi Qi karena latar belakang kondisi keluarga mereka yang berbeda jauh dan Xing Ren yang begitu “plain”. Ibunya juga sempat dimanfaatkan oleh Kai Er untuk membantu rencananya menghancurkan hubungan Zi Qi dan Xing Ren. Lama-kelamaan ibu Zi Qi pun bisa menerima Xing Ren.

Perubahan pada karakter Zi Qi sendiri dapat dilihat selama perjalanan episode drama ini. Dari yang awalnya sangat sombong dan boros, lama-kelamaan Zi Qi dapat menghargai kerja kerasnya sendiri. Ia bisa bertanggung jawab pada pekerjaannya dan sadar bahwa selama mau bekerja keras maka pekerjaan yang dilakukan tidak akan sia-sia. Ia pun menyadari betapa pentingnya keluarga setelah bertemu dengan ibu Xing Ren. Zi Qi cukup dekat dengan ibu Xing Ren. Bahkan ketika ibu Xing Ren sakit keras dan membutuhkan uang untuk biaya pengobatan, Zi Qi tidak ragu menjawab bahwa ia lebih memilih menyelamatkan ibu Xing Ren daripada menjadi ahli waris “Jing Shi Department Store“. Zi Qi menjadi lelaki yang bisa mengerti apa artinya berbagi, menghargai, dan menyayangi orang lain.

Ketika identitas Zi Qi terungkap, Xing Ren sempat marah besar karena ia merasa Zi Qi sudah membohongi dirinya. Namun, lama-kelamaan ia bisa memaafkan Zi Qi karena ia sadar betapa Zi Qi benar-benar menyayangi dirinya. Xing Ren juga sempat merasa dirinya tidak pantas bagi Zi Qi karena ia hanya pegawai biasa sedangkan Zi Qi merupakan pewaris “Jing Shi Department Store“. Oleh karena itu, Xing Ren memutuskan untuk pergi ke Perancis dan belajar lebih banyak lagi agar bisa menjadi pendamping yang sesuai bagi Zi Qi. Drama ini diakhiri dengan adegan pernikahan Zi Qi dan Xing Ren.

Selama menonton drama ini, saya sukses dibuat tertawa di setiap episode karena adegan Manajer Shi Te Long dan Zi Qi😀 Pemeran Manager Shi ini merupakan seorang komedian dan aktingnya benar-benar mengocok perut. Berbagai tingkah aneh dilakukannya di setiap episode. Awalnya saya tidak tertarik dengan drama ini karena durasi yang cukup panjang untuk setiap episodenya (bila dibandingkan dengan dorama jepang yang hanya berdurasi sekitar 40-45 menit setiap episodenya). Tapi setelah menonton dua episode awal, saya semakin tertarik dengan drama ini. Tertarik karena banyak adegan lucu antara Manajer Shi dan Zi Qi dan juga tertarik dengan akting Roy Qiu yang sukses memerankan tokoh Zi Qi sebagai lelaki yang cukup “nyeleneh” dan semaunya sendiri😛

Lagu-lagu yang digunakan di dalam drama ini juga bagus – baik opening, ending, maupun insert song-nya. Opening song drama ini berjudul “不要不要” oleh Genie Chuo. Videonya bisa dilihat di bawah ini:

Menurut saya, drama ini layak ditonton😀 (4 jempol)

Sekian review dari saya!

再見!

signatureblack

5 thoughts on “[T-drama] Office Girls

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s