[J-Dorama] Freeter, Ie o Kau (フリーター、家を買う)


freeter_ie_o_kau

Dorama yang terdiri dari 10 episode + 1 SP ini juga sudah saya tamatkan beberapa hari yang lalu. Alasan menonton dorama ini? Well, sederhana. Bukan karena alur ceritanya karena saya jarang memutuskan menonton sesuatu berdasarkan alur cerita, tapi lebih karena saya tahu salah satu artis di dalamnya atau karena rekomendasi  teman. Jadi bisa dengan mudah ditebak, saya memutuskan untuk menonton dorama ini karena Ninomiya Kazunari berperan sebagai tokoh utamanya *kyaa kyaa*  :P Untungnya keputusan saya menonton dorama ini tidak salah, ceritanya bagus!

Berikut ini para pemeran di dorama ini:

Dorama ini merupakan dorama yang tergolong lama karena disiarkan di Jepang pada Oktober 2010 hingga Desember 2010 dan SP-nya disiarkan pada tahun 2011. Rating dorama ini cukup tinggi dan menurut saya sesuai dengan ceritanya yang bagus dan menarik. Dorama ini lebih kearah hubungan antara anggota keluarga. Tokoh utama dorama ini, Take Seiji, selalu menganggap hidupnya biasa-biasa saja. Ia lulus dari universitas yang biasa-biasa saja, dengan nilai yang biasa-biasa saja, dan kerja di tempat yang biasa-biasa saja. Ia tidak senang dengan tempat kerjanya karena metode pelatihan untuk pegawai baru yang ia rasa aneh dan bosnya yang suka seenaknya saja dan tidak memperhatikan sarannya. Ia harus selalu berusaha bersikap baik dan menyenangkan bosnya dan ia tidak suka dengan hal-hal seperti itu. Akhirnya ia memutuskan untuk berhenti dari perusahaan tersebut padahal ia baru bekerja tiga bulan di sana.

Begitu mengetahui bahwa ia berhenti, ayahnya – Take Seiichi – marah besar dan mengatakan bahwa mencari kerja tidak mudah apalagi Seiji sendiri tidak memiliki keahlian khusus. Seiji yang memang tidak pernah akur dengan ayahnya, akhirnya bertengkar hebat dengan ayahnya dan akhirnya ayahnya menyuruh ia membayar uang sewa selama ia tinggal di rumah. Akhirnya Seiji pun setiap bulan harus menyetor 20000 yen sebagai biaya tinggal dan makan di rumah tersebut. Seiji terus berusaha mencari pekerjaan dan ia melalui berbagai interview dari berbagai perusahaan namun sayangnya ia tidak pernah bernasib baik. Semua perusahaan mempermasalahkan mengapa ia berhenti dari perusahaan terdahulunya padahal ia baru bekerja di sana selama 3 bulan. Stress tidak berhasil mendapatkan pekerjaan, ia pun akhirnya bekerja part-time di berbagai tempat dan hal itu berlangsung selama satu tahun lebih.

Sampai akhirnya ibunya tiba-tiba menderita depresi dan tingkat depresinya cukup akut. Ibunya sampai tidak bisa melakukan segala sesuatunya tanpa bantuan Seiji. Parahnya lagi, ayahnya tidak mau campur tangan dengan penyakit ibunya. Ia beranggapan istrinya tidak sakit dan istrinya mungkin hanya stress karena Seiji belum juga berhasil mendapatkan pekerjaan. Seiji yang kesal dengan sifat ayahnya akhirnya kembali bertengkar dan mereka tidak pernah lagi makan bersama di ruang makan. Seiji selalu menunggu ibunya membawakan makanan ke kamarnya.

Keluarga Take memiliki satu orang anak lagi yaitu Ayako. Ayako telah menikah beberapa tahun yang lalu dan ia telah memiliki anak laki-laki bernama Tomoya. Ayako sendiri juga memiliki masalah dengan ibu mertuanya yang tidak pernah menghargai dia dan selalu menyalahkan dirinya karena tidak perhatian dengan pendidikan Tomoya. Suami Ayako adalah seorang dokter yang cukup terkenal dan ibu mertuanya selalu mengatakan bahwa suatu hari Tomoya harus menjadi dokter. Ayako sendiri tidak ingin memaksakan Tomoya menjadi dokter karena Tomoya sendiri baru duduk di kelas satu SD. Ayako mengalami konflik batin karena ia tidak disukai oleh ibu mertuanya, para karyawan di rumah sakit tempat suaminya bekerja dan juga ibu-ibu lain di sekolah Tomoya. Namun, terlepas dari itu, Ayako selalu menyayangi ibunya dan berusaha membantu ibunya ketika ibunya divonis menderita depresi.

Seiji seringkali datang ke biro pekerjaan untuk mencari pekerjaan dan akhirnya ia pun berteman dengan salah satu petugas di sana yang selalu melayaninya. Seiji menetapkan standar upah yang cukup tinggi dan juga jenis pekerjaan yang ia minati sehingga pilihan pekerjaannya menjadi sangat terbatas. Petugas tersebut sudah seringkali memberi saran kepada Seiji untuk menurunkan standarnya karena sesungguhnya Seiji tidak memiliki keahlian khusus apapun, tetapi Seiji tetap menganggap dirinya sangat bisa diandalkan sehingga ia tidak pernah menuruti saran tersebut.

Suatu hari karena sudah kehabisan uang, Seiji pun akhirnya memutuskan untuk bekerja part-time di perusahaan konstruksi karena bayarannya cukup besar. Awal-awal bekerja, ia juga tidak menyukai tempat kerja tersebut karena di pagi hari ia harus mengikuti senam seperti layaknya anak SD. Selama ini, ketika bekerja part-time dan ada manajer yang memarahi dia atau ada hal yang tidak ia sukai, Seiji akan langsung berhenti dari tempat kerja tersebut. Di tempat konstruksi tersebut ia bertemu dengan Chiba Manami, satu-satunya wanita yang pekerjaannya sebagai safety manager dan langsung turun ke lapangan. Awalnya Chiba juga tidak menyukai Seiji karena ia terkesan merendahkan para pekerja di sana. Seiji seringkali berkata begitu ia menemukan full-time-job, ia akan segera meninggalkan pekerjaan itu.

Lama-kelamaan penyakit ibunya semakin parah. Suatu hari, ibunya membuang sampah plastik ke depan rumah dan tak berapa lama kemudian sampah tersebut kembali ke dalam rumahnya. Ternyata, sampah tersebut dikembalikan ke rumahnya karena sampah plastiknya tercampur dengan sebuah botol kaca. Kejadian ini terjadi berulangkali dan membuat ibunya semakin stress. Seiji pernah mendapati ibunya sedang duduk di lantai dan membongkar semua sampah yang ada kemudian memilah-milahnya satu persatu sambil bertanya ke Seiji apakah sampah tersebut bisa dibakar atau apakah sampah tersebut tergolong plastik. Pagi hari, ketika ibunya akan membuang sampah plastik yang sudah disortir, tiba-tiba ibunya membongkar sampah tersebut lagi di lantai sambil bertanya apakah itu benar-benar sampah plastik.

Makin lama jumlah kantong sampah di rumah Seiji semakin banyak karena sampah apapun yang dibuang oleh ibunya akan selalu kembali ke dalam rumah. Seiji akhirnya memutuskan untuk membuang sampah tersebut sendiri sehingga ia bisa memastikan bahwa sampah tersebut sudah disortir. Ketika Seiji membuang sampah di depan rumah dan kemudian pergi ke kantor, ternyata sampah tersebut kembali lagi. Seiji merasa semakin curiga karena ia telah memastikan sampah tersebut sudah disortir namun tetap saja ada satu botol kaca di dalam kantong sampah tersebut. Ia mengatakan kepada ibunya bahwa ini bukan salah ibunya tapi pasti ada seseorang yang sedang menjahili mereka dan ia akan mencari tahu siapa orang tersebut. Ibunya malah berkata lebih baik jika mereka tidak tahu siapa pelakunya. Di sinilah Seiji mulai curiga. Ia kemudian membuang sampah lagi dan segera naik ke kamarnya di lantai 2 dan mengintip melalui jendela kamarnya. Ternyata pelakunya adalah Nishimoto, tetangga sebelah rumahnya. Nishimoto selalu membawa sebuah botol kaca dan memasukkannya ke dalam sampah keluarga Take. Setelah itu, ia mengatakan kepada tetangga-tetangga lain kalau keluarga Take selalu salah membuang sampah dan ia akan memberitahu keluarga Take. Tetangga-tetangga lain pun akhirnya menyalahkan keluarga Take dan memuji betapa baiknya Nishimoto karena selalu mau membantu keluarga Take.

Seiji pun melaporkan hal tersebut ke ibunya dan tanpa diduga ternyata ibunya sudah mengetahui hal tersebut sejak lama. Lama-kelamaan Seiji dan Ayako pun tahu kalau ternyata ibunya selalu di-bully oleh tetangganya selama kurang lebih 10 tahun dan mereka baru menyadarinya sekarang. Dokter menyarankan agar mereka segera pindah rumah karena lingkungan tersebut sudah tidak sehat bagi kondisi ibunya. Akan tetapi, ayahnya lagi-lagi menentang hal tersebut. Ia mengatakan ia tidak punya uang untuk pindah rumah dan kalau mereka bersikeras untuk pindah rumah, maka sudah seharusnya anak-anaknya saja yang membiayainya.

Dimulai dari situlah, Seiji bertekad untuk membeli rumah baru bagi ibunya agar ibunya bisa segera pindah dan kondisinya membaik. Seiji yang selama ini tidak punya mimpi akhirnya memiliki tujuan dalam hidupnya. Seiji berusaha merawat ibunya sebaik mungkin sambil tetap bekerja. Pernah suatu saat Seiji harus bolak-balik tempat kerja-rumah karena khawatir ibunya tidak meminum obat. Ibunya selalu tidak bisa mengingat apakah dia sudah meminum obatnya atau belum. Ia juga pernah menelpon Seiji ketika Seiji akan wawancara kerja. Ia menelpon dengan alasan tidak tahu sudah meminum obat atau belum dan akhirnya Seiji yang sudah terlalu capek dengan kondisi ibunya, malah memarahi ibunya. Seiji sempat berpikir kalau saja ibunya meninggal karena penyakit itu, mungkin bebannya akan berkurang dan ia akan menemukan kedamaian.

Awalnya saya kurang suka dengan tokoh Take Seiji karena ia digambarkan sebagai lelaki yang mudah menyerah dan begitu ada yang tidak sesuai dengan kemauannya, ia akan langsung berhenti. Ia tidak pernah bekerja dengan serius tetapi ia selalu merasa dirinya seharusnya mendapatkan upah yang besar. Tapi lama-kelamaan sifatnya mulai berubah. Ia mulai perhatian dengan keluarganya terutama dengan ibunya yang selama ini jarang ia perhatikan. Kehidupan pekerjaannya juga sangat membantu perubahan dirinya ini. Di tempat konstruksi ia bertemu berbagai macam orang yang memberikan pelajaran kepadanya. Hubungannya dengan ayahnya juga makin lama makin baik walaupun tetap saja seringkali diakhiri dengan pertengkaran.

Saya sempat super kesal dengan tokoh ayah Seiji. Egois, tidak bisa diajak berbicara dengan baik, dan pemarah – tipe orang yang sudah pasti tidak akan cocok dengan saya. Ayah Seiji bisa dibilang memiliki pride yang terlalu tinggi hingga ia tidak mau menerima kritik dari orang lain. Ia selalu ingin menang sendiri dan keputusannya harus selalu dituruti. Akan tetapi, seiring berjalannya cerita, ayahnya perlahan-lahan mulai memikirkan perasaan ibunya dan juga anak-anaknya. Perlahan-lahan ia mulai mau menerima saran dari Seiji dan Ayako. Perlahan-lahan ia menunjukkan bahwa sebenarnya ia sangat menyayangi istrinya.

Ketika menonton dorama ini saya berpikir kapan saya bisa punya keluarga seperti itu. Walaupun dilanda banyak masalah namun pada akhirnya mereka tetap kembali bersatu sebagai satu keluarga. Mereka berusaha menerima kekurangan anggota keluarga satu sama lain dan saling mendukung. Saya super salut dengan tokoh Seiji karena walaupun orangtuanya memiliki banyak kekurangan dan ia seringkali merasa sudah tidak tahan dengan kondisi keluarganya itu, ia masih mau berjuang untuk membuat keluarganya menjadi lebih baik. Ia masih memikirkan kondisi ibunya yang sakit dan berusaha membuat ayah ibunya akrab lagi.

Bagi yang menyukai cerita keluarga, dorama ini patut ditonton! Alur ceritanya bagus, perkembangan karakter tokoh inti dorama ini juga terlihat, dan yang paling penting Nino super keren memerankan Seiji😛 Oh iya, dorama ini diangkat berdasarkan novel dengan judul yang sama.

Sekian review dorama kali ini.

再見!

signatureblack

One thought on “[J-Dorama] Freeter, Ie o Kau (フリーター、家を買う)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s