Berapa kali kamu luka dan jatuh?


Pernah berapa kali jatuh?

Kalau ditanya seperti itu, saya akan menjawab “a lot“. Saya tampaknya sering jatuh entah mengapa😐 Berikut ini daftar kejadian luka dan jatuh yang saya alami (tidak berurutan):

Jatuh dari lantai 2 di rumah (Makassar)

Ceritanya saya lagi lucu-lucunya duduk di kelas 3 SD. Ceritanya lagi saya sedang demam dan hari itu hari Sabtu atau Minggu (saya lupa tepatnya hari apa). Rumah saya sedang diperbaiki sana-sini. Siang itu saya baru bangun tidur karena demam itu. Layaknya bocah, baru bangun kriyep-kriyep terus keluar kamar mencari mama. Tidak berhasil menemukannya, saya berasumsi mama lagi ada di lantai 2. Jadilah saya naik tangga buat ke lantai 2. FYI, tangga di rumah saya itu bukan tangga fix seperti tangga-tangga yang biasa ada di kampus atau di rumah sakit atau tempat lainnya. Tangga di rumah saya itu tangga yang dari semen dan bisa dipindah-pindah (mirip tangga dari bambu yang bisa diangkat-angkat). Saya sukses sampai di lantai 2. FYI lagi, lantai 2 cuma ada kamar 哥哥 dan sekotak kecil gudang. Mama tentu saja kaget saya bisa naik sendiri sampai di lantai 2 padahal biasanya saya selalu dilarang naik sendiri dan kalau mau naik pun tangganya biasanya dipegangin sama orang lain biar ga goyang-goyang. Saya lupa saya ngapain aja di atas situ, kemudian saya berniat turun. Baru saja menjejakkan kaki ke anak tangga kedua, entah mengapa saya merasa seperti terjun ke bawah😐 Yah seperti yang saudara perkirakan, saya jatuh – terjun bebas layaknya superman dengan posisi kepala di bawah. Bunyinya cukup keras – “Buk”. Mama sampai panik waktu dengar bunyi itu dan melongok keluar (Jadi ceritanya saya turun sendiri tanpa memberitahu mama) kemudian cepat-cepat turun ke bawah. Saya masih sempat sadar sesaat. Kesadaran saya hilang timbul hilang timbul. Saya ingat langsung dibawa ke rumah sakit naik taksi karena di taksi saya sempat sadar sesaat. Saya ingat menunggu di ruang tunggu rumah sakit. Saya ingat saya pakai piyama waktu ke rumah sakit. Tapi saya tidak ingat di rumah sakit ngapain aja. Tau-tau saya sudah di rumah lagi – di atas tempat tidur. Begitu saya sadar, saya dikerumunin saudara dan juga mama. Pertanyaan pertama yang dilontarkan 大姐 ke saya adalah “2×2 berapa? 5×6 berapa?” dan berbagai perkalian lainnya. Ketika saya berhasil menjawab semuanya dengan benar, dia berkata ke yang lain “ah, dia ga apa-apa kok”. Katanya saya sempat di-rontgen di rumah sakit karena mama takut kalau ada darah yang menggumpal di otak tapi katanya lagi tidak ada apa-apa. Gara-gara terjun bebas itu, saya tidak masuk sekolah 3 hari (sepertinya) dan ranking di kelas saya menurun jadi ranking 3 (ga penting), dan sejak saat itu saya sering sakit kepala😐

Jatuh di lapangan sekolah (Makassar)

Ceritanya saya masih SD (mungkin kelas 2 atau kelas 3, lupa tepatnya kapan). Ceritanya lagi saat itu sedang jam istirahat dan saya sedang berjalan di pinggir lapangan. Sebenarnya tidak bisa disebut lapangan juga soalnya itu seperti jalanan tidak beraspal yang hanya dari batu dan semen. Entah mengapa, ada anak laki-laki yang sekelas dengan saya (dan dia memang terkenal nakal) datang berlari ke arah saya dan mendorong saya hingga saya jatuh terseret ke depan. Kedua lutut saya bisa dipastikan berdarah heboh sementara telapak tangan saya juga berdarah tergores-gores karena berusaha menahan muka ga mencium lapangan. Saya bangkit berdiri dan anehnya tidak menangis. Cuma bingung menatap darah yang keluar dari lutut dan tangan saya. Saya berjalan dengan susah payah sampai di kelas dan mencabut beberapa lembar kertas dari buku catatan saya kemudian menempelkannya ke lutut. Ketika tiba waktu pulang sekolah, saya tentunya tidak akan bisa pulang sendiri. Saya menelepon minta dijemput dan dibantu teman berjalan sampai di depan gerbang. Ketika Mama datang menjemput, dia bingung kenapa anaknya lusuh berdarah gitu apalagi ada kertas nempel di lutut. Saya menceritakan peristiwa jatuh itu dan ketika sudah naik di becak, tiba-tiba saya melihat anak laki-laki yang tadi mendorong saya sedang jajan. Saya memberitahu Mama sambil menunjuk ke arah anak laki-laki itu. Mama saya malah turun dari becak, menghampiri anak laki-laki itu, memarahinya dan menjewernya😛 Saya baru nangis ketika lukanya diobati menggunakan obat cina yang berwarna hitam (entah apa namanya, saya lupa).

Jatuh di kamar mandi (Tangerang)

Ceritanya saya sepertinya lagi duduk di kelas 6 SD. Ceritanya lagi ponakan saya baru selesai dimandiin dan sekarang giliran saya mandi sore. Saya menggantung handuk dan baju kemudian pada saat saya berbalik, tiba-tiba saja saya terpeleset dengan posisi kepala membentur lantai kamar mandi. Lagi-lagi bunyi “buk” agak keras sampai-sampai orang-orang di ruang tamu pun mendengarnya😐 Mama heboh lagi nanyain kenapa. Saya cuma bilang kepeleset dan tidak apa-apa kemudian melanjutkan mandi. Setelah selesai mandi, saya merasa kepala saya super pusing. Awalnya saya mengira duduk sebentar pun bakal hilang tapi ternyata tidak. Makin lama duduk, sakit kepalanya makin heboh. Akhirnya saya memutuskan untuk tidur lebih cepat. Ternyata tengah malam saya terbangun dan muntah-muntah heboh. Mama dan 二姐 + suaminya pun mengantar saya ke rumah sakit. Sepanjang jalan di mobil saya berusaha tidur tapi tidak bisa dan sepanjang itu pula saya berjuang menahan muntah😐 Sesampainya di rumah sakit saya tidak ingat saya diapain aja sama dokter soalnya saya malah tertidur😐 Gara-gara terpeleset ini, saya lagi-lagi tidak masuk sekolah tapi lupa berapa hari dan ketika masuk sekolah lagi malah diketawain teman-teman karena kepeleset di kamar mandi😐

Jatuh dari sepeda (Tangerang)

Ceritanya saya baru naik kelas 6 SD. Ceritanya lagi saya baru dibelikan sepeda, padahal saya tidak tahu naik sepeda. Jadilah saya diajari Mama naik sepeda. Tapi ya dasar saya anak penakut jadi tetap takut naik sepeda kalau ga dipegangin. Mama bilang kalau belum jatuh pasti belum bisa naik sepeda dan ternyata kata-katanya terbukti. Saya jatuh karena tidak dipegangin dan keesokan harinya langsung bisa naik sepeda😐 Hasil jatuhnya adalah kaki masuk ke selokan kecil dan lutut serta telapak tangan tergores.

Jatuh di ruang tamu rumah (Makassar)

Ceritanya saya sepertinya masih SMP (lupa tepatnya kapan). Ceritanya lagi telepon rumah berdering dan teleponnya terletak di ruang tamu. Saat itu saya lagi duduk menonton anime di televisi😛 Mama menyuruh saya untuk mengangkat telepon tersebut. Jadilah saat itu saya lari ke ruang tamu (karena animenya masih diputar dan belum iklan jadi saya berusaha secepat mungkin mengangkat telepon dan kembali menonton). Ternyata lantainya baru dipel dan ternyata lagi lantainya super basah dan licin (ini sih bukan dipel😐 dan entah siapa yang ngepel). Jadilah saya kepeleset gara-gara lantai basah dan licin itu plus nendang akuarium yang berisi kura-kura. Akuariumnya pecah dan kura-kuranya jalan keluar. Kura-kuranya sempat berhenti sejenak menatap saya (yah mungkin berterima kasih sudah dibebaskan) dan akhirnya ngesot entah kemana. Lagi-lagi ketika jatuh itu, kepala saya membentur lantai duluan😐 Rasanya luar biasa pusing. Tapi kali ini tidak pakai acara muntah-muntah dan tidak ke rumah sakit. Saya lebih takut dimarahin karena mecahin akuarium dan menyebabkan kura-kuranya kabur.

Jatuh dari becak (Makassar)

Ceritanya saya lagi SD (entah kelas berapa). Ceritanya lagi saat itu waktu pulang les. Saya ikut 大姐 mengajar les privat. Saat saya mau naik becak untuk pulang, entah mengapa lagi-lagi saya jatuh. Becaknya jatuh ke samping dan saya jatuh keluar. Untungnya bukan kepala saya yang duluan kena ke tanah. Tapi sialnya tangan saya yang jatuh duluan dan agak bengkok keluar karena dipakai menahan tubuh saya. Yah, lagi-lagi saya tidak menangis tapi cuma meringis karena sakit seperti kepentok meja. Ketika saya pulang, saya cerita ke mama kalau saya jatuh dari becak dan memamerkan tangan saya yang memar. Mama cuma mengurut tangan saya. Malamnya baru terlihat tangan saya membengkak dan memarnya makin heboh, plus tangan saya tidak bisa digerakkan. Keesokan harinya, mama langsung membawa saya ke tukang urut. Begitu sampai di tempat tukang urut, dari luar saja sudah terdengar suara orang berteriak dan nangis-nangis karena diurut. Saya jadi seram sendiri. Ketika tiba giliran saya untuk diurut, yah akhirnya saya ikutan nangis juga karena sakitnya luar biasa😦 (tapi tidak disertai dengan teriakan). Sepertinya saya sempat diurut 2-3 kali (lupa). Setelah sembuh, tangan kiri saya jadi agak bengkok keluar dan kalau ditekuk biasa (dilemasin), ujung jari saya tidak bisa menyentuh bahu (tapi kalo dikerasin dikit bisa menyentuh bahu seperti tangan kanan).

Jatuh di depan perpustakaan ITB (Bandung)

Cerita jatuh ini sudah pernah saya tulis dan bisa dibaca kembali di sini😀

Jatuh dari tangga kost-an (Bandung)

Ceritanya saya lagi tingkat 2 atau tingkat 3 sepertinya. Kamar saya di lantai 2 dan waktu itu saya turun untuk membuka pintu. Tapi entah mengapa tiba-tiba saya kepeleset dan jatuh sekitar 4-5 anak tangga. Jatuhnya bisa dibayangkan “duk duk duk” dengan posisi pantat menyentuh setiap anak tangga yang tersisa hingga sampai ke bawah😐 Setelah jatuh itu, saya beberapa hari tidak bisa duduk karena pantatnya super sakit dan memar.

Luka kebaret plat motor di ruang tamu (Makassar)

Ceritanya saya masih SD (entah kelas berapa). Kejadiannya hampir serupa dengan jatuh di ruang tamu rumah tapi ini kejadian yang berbeda. Lagi-lagi saya sedang nonton anime dan disuruh mengangkat telepon. FYI, ruang tamu di rumah saya sering dijadikan tempat menyimpan motor juga. Saat itu sedang ada motor yang disimpan di ruang tamu dan plat motornya agak bengkok keluar. Saya berlari ke ruang tamu untuk mengangkat telepon. Tanpa saya sadari, tangan saya kebaret ujung plat motor yang bengkok keluar tersebut. Saya tetap mengangkat telepon dan setelah selesai, saya kembali berjalan masuk untuk menonton televisi lagi. Ketika saya berjalan, saya bingung kenapa ada tetesan merah di lantai. Setelah mencari-cari, ternyata tangan saya berdarah heboh. Dasar bocah aneh malah ga sadar kalau tangannya kebaret😐 Well, lagi-lagi saya tidak menangis cuma langsung menunjukkan ke Mama. Lagi-lagi saya baru nangis ketika diobati menggunakan obat cina hitam itu😐 Sampai sekarang bekas kebaret plat motor itu masih ada di tangan saya tapi tidak sejelas dulu (masih terlihat sih).

Kalau dilihat lagi, sepertinya saya jatuh cukup banyak😐 Semoga tidak ada kejadian jatuh lainnya lagi.

再見!

signatureblack

2 thoughts on “Berapa kali kamu luka dan jatuh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s