[J-Dorama] Saikou no Jinsei no Owarikata ~Ending Planner~


最高の人生の終り方~エンディングプランナー~

Review dorama kali ini ialah dorama yang berjudul “Saikou no Jinsei no Owarikata ~Ending Planner~”. Dorama ini bertipe Renzoku yang ditayangkan pada tahun 2012 dan terdiri dari 10 episode. Tokoh utama dorama ini seperti yang sudah dapat ditebak berdasarkan gambar di atas ialah Yamashita Tomohisa. Cerita dorama ini cukup unik karena plot cerita yang tidak biasa yaitu mengambil setting bisnis keluarga yang bergerak di bidang pemakaman. Keluarga Ihara merupakan keluarga yang memiliki usaha turun-temurun yang bergerak di bidang jasa pemakaman (funeral). Keluarga ini terdiri dari lima orang anak dimana anak tertua, Ihara Kento, berasal dari ibu yang berbeda dengan keempat anak lainnya. Pemeran kelima anak keluarga Ihara ini adalah:

Salah satu faktor yang banyak menarik minat orang-orang untuk menonton dorama ini adalah kehadiran Yamapi, Maeda Atsuko (AKB48), dan Chinen Yuri (Hey! Say! JUMP). Di dalam dorama ini diceritakan bagaimana Masato, Haruka, Hayato, dan Momoko sangat tidak menyukai usaha keluarga mereka itu. Episode pertama diawali dengan kematian ayah mereka dan kakak tertua mereka, Kento, pergi meninggalkan rumah dan tidak memberi kabar sama sekali. Ayah mereka mengetahui bahwa anak-anaknya tidak ada yang menyukai bisnis keluarga tersebut kecuali Kento, sehingga di dalam surat wasiatnya, ayah mereka menyuruh anak-anaknya untuk menutup usaha pemakaman itu bila tidak ada yang ingin meneruskannya. Awalnya, keempat anak tersebut setuju akan menutup usaha tersebut. Namun, ketika Masato melakukan pekerjaannya sebagai mortician untuk pertama kalinya, ia pun akhirnya memutuskan untuk melanjutkan usaha keluarganya itu.

Di setiap episode dorama ini pasti terdapat kisah kematian seseorang yang membuat keluarga Ihara akan melakukan upacara pemakaman. Poin yang membuat kisah ini menjadi menarik dan tidak monoton dengan hanya melakukan upacara pemakaman ialah Masato dan seorang polisi wanita, Sakamaki Yuki, akan selalu berusaha untuk mencari tahu penyebab kematian di setiap episode. Mungkin dapat dikatakan dorama ini juga mengandung sedikit unsur kisah detektif. Poin menarik lainnya adalah kehadiran seorang kakek bernama Iwata Itsuo yang selalu muncul di halaman belakang rumah Masato dan selalu menemani Masato mengobrol. Menjelang akhir episode dorama ini akan diketahui bahwa kakek tersebut ternyata adalah kakek Sakamaki Yuki dan 3 episode terakhir berkaitan dengan kasus yang dulu ditangani oleh kakek tersebut.

Dorama ini menceritakan bagaimana sebuah keluarga yang tidak harmonis perlahan-lahan dapat berubah menjadi keluarga yang harmonis. Di awal dorama diperlihatkan bagaimana Haruka dan Momoko sangat tidak akur dan sering bertengkar yang berakhir dengan melempar makanan atau minuman satu sama lain, bagaimana Hayato mengambil uang diam-diam dan kabur kemudian menjadi tersangka kasus pembunuhan, bagaimana Haruka berpura-pura menjadi orang lain di dunia maya, serta bagaimana Momoko menjalin hubungan dengan gurunya padahal gurunya sudah berkeluarga. Walaupun keluarga tersebut sangat tidak harmonis akan tetapi mereka semua sangat menyukai kakak tertua mereka, Kento. Mereka merindukan kepulangan Kento dan ketika akhirnya Kento kembali ke rumah, perlahan-lahan keempat anak tersebut menjadi akur kembali. Keempat anak tersebut juga mulai perhatian dan saling mendukung satu sama lain layaknya keluarga yang seharusnya.

Maeda Atsuko memerankan Ihara Haruka, seorang gadis yang memiliki cacat kaki sehingga ia tidak dapat berjalan dengan benar dan bahkan tidak dapat berlari. Ia seringkali hanya tinggal di rumah dan mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga. Ia bekerja membantu ayahnya di usaha pemakaman tersebut hanya karena ia tidak punya pilihan lain. Ketika bertengkar dengan Momoko, Momoko akan selalu menyebut kondisi kakinya yang menyebabkan Haruka ingin selalu dikasihani. Haruka juga memiliki sebuah akun Google+ dimana ia memalsukan hobinya karena ia tidak dapat berterus terang mengenai kondisi kakinya. Berkat akun tersebut, Ia mulai menyukai seorang lelaki dan akhirnya lelaki tersebut dapat menerima kondisi dirinya. Haruka seringkali tidak mengungkapkan pikiran dan perasaannya dan ia menuangkan semuanya itu ke dalam akunnya.

Momoko merupakan anak bungsu keluarga Ihara dan ia sama sekali tidak menyukai usaha keluarganya itu. Ia menganggap usaha keluarganya itu memalukan. Di sekolah ia tidak memiliki teman dan akhirnya mulai menjalin hubungan secara diam-diam dengan gurunya. Ia sering mengejek Haruka dengan kondisi kakinya dan mengatakan bahwa Haruka tidak pernah mengalami yang namanya jatuh cinta sehingga tidak seharusnya Haruka mengkritik hubungannya dengan gurunya. Namun, pada akhirnya ia sadar kalau tindakannya itu salah dan ia menjalani kehidupan sekolah dengan normal lagi.

Chinen Yuri memerankan Ihara Hayato, anak keempat dari keluarga Ihara yang saat ini sedang berkuliah. Pada awal-awal episode kesan yang didapatkan dari Hayato adalah ia merupakan anak yang hanya peduli pada uang saja. Ia sempat mengambil uang keluarga secara diam-diam dan kabur kemudian ia juga mau membantu keluarganya ketika dikatakan bahwa ayah mereka memiliki harta karun terpendam yang nantinya akan dibagi rata ke setiap anaknya. Bisa dikatakan ia anak yang sangat tidak bertanggung jawab. Namun, ternyata semua tindakannya itu dilakukan demi membantu teman sekelasnya di kampus yang sedang mengalami kesusahan. Ia membantu temannya itu karena Ia juga menyukainya. Dari kisah temannya inilah, terlontar sebuah pernyataan dari Masato yang cukup menarik yaitu ketika kita menyukai seseorang maka kita tidak boleh takut dibenci oleh orang yang disukai. Bila memang ia salah, maka kita harus berani mengatakannya dan tidak boleh menutupinya. Saya terkesan dengan akting Chinen di dorama ini. Selama ini saya hanya melihat aktingnya di Sensei wa Erai! dan Scrap Teacher. Akting dia di sana jauh berbeda dengan di dorama ini. Di dua dorama tersebut, Chinen berperan sebagai anak baik sedangkan di dorama ini dia bahkan sempat dipukul dan di bawa ke kantor polisi – sungguh seperti anak berandalan. Menurut saya, aktingnya di dorama ini oke! dan menunjukkan bahwa ia bisa memerankan karakter lain selain menjadi anak baik😀

Yamapi memerankan Ihara Masato, anak kedua dari keluarga Ihara yang akhirnya berhenti dari pekerjaannya dan melanjutkan usaha pemakaman Ihara. Selain itu, Yamapi juga menyanyikan lagu yang menjadi soundtrack dorama ini. Di dorama ini, Masato selalu berusaha untuk memahami karakter adik-adiknya. Ia yang sudah meninggalkan rumah selama 4 tahun dan akhirnya tinggal kembali bersama adik-adiknya sempat kewalahan ketika mengetahui ketiga adiknya sama sekali tidak akur. Namun, perlahan-lahan ia mulai bisa dekat kembali dengan adik-adiknya dan bertingkah layaknya kakak lelaki bagi mereka. Ia juga yang perlahan-lahan memahami pentingnya keluarga dan ketika ia mengetahui penyakit yang diderita Kento, ia memutuskan untuk melakukan perawatan di rumah dan mengajak adik-adiknya untuk bersama-sama merawat Kento. Akting Yamapi di sini bila dibandingkan dengan aktingnya di Code Blue sungguh jauh berbeda😛 Kalau di Code Blue Yamapi berperan sebagai dokter yang sungguh cool dan ahli, maka di sini ia berperan sebagai kakak lelaki yang seringkali bingung melihat kondisi keluarganya dan selalu penasaran dengan penyebab kematian orang-orang yang menjadi klien usahanya. Ekspresi yang ditampakkannya di dorama ini lebih ke arah ekspresi bingung dan penasaran.

Ihara Kento yang diperankan oleh Sorimachi Takashi merupakan sosok kakak laki-laki tertua yang sangat disukai oleh seluruh adiknya. Ia sering membantu dan melindungi mereka – tipikal kakak laki-laki yang sangat ideal. Ia seringkali pergi dari rumah tapi pasti akan kembali. Namun, ketika terakhir kali ia meninggalkan rumah, ia tidak lagi memberi kabar dan tidak pernah kembali. Ketika akhirnya ia kembali, semua adiknya merasa sangat bahagia bisa berkumpul kembali. Belakangan akan diketahui kalau ia memiliki tumor di kepala dan masa hidupnya tidak lama lagi. Hal itulah yang membuat dirinya pergi dari rumah. Ia tidak ingin tinggal di rumah bersama adik-adiknya karena takut akan melupakan mereka. Salah satu syndrome dari penyakitnya adalah perlahan-lahan ia akan kehilangan ingatan dan bahkan tidak akan ingat dengan dirinya sendiri lagi. Namun, pada akhirnya, ia tetap tinggal bersama adik-adiknya dan dirawat oleh mereka. Mereka juga membuatkan sebuah buku yang berisi foto dan kesan-kesan mereka. Hal ini dilakukan untuk membantu Kento tetap mengingat keluarganya.

Pesan moral yang bisa saya dapatkan dari dorama ini adalah bagaimana kita seharusnya menghargai hidup saat ini dan bisa mengatakan dengan yakin bahwa hidup kita saat ini sangat bagus dan kita menjalaninya tanpa penyesalan. Ketika orang yang kita sayangi pergi meninggalkan kita (baca: meninggal dunia), maka kita harus dapat mengantar kepergiannya dengan tulus dan tanpa penyesalan sebab penyesalan hanya akan membuat mereka tidak dapat pergi dengan tenang. Setiap episode juga mengandung pesan tertentu. Seringkali pesan tersebut tersirat di dalam perkataan kakek yang seringkali mengobrol dengan Masato. Salah satunya adalah kebohongan kadang kala diperlukan di dalam kehidupan dan kita tidak boleh enggan untuk ikut campur di dalam masalah orang lain apalagi jika orang tersebut merupakan orang yang kita sayangi.

Overall, kalau saya harus memberi rating dorama ini dengan skala 0-10, maka saya akan memberi skala 8/10😀 Dorama ini menarik untuk ditonton walaupun genre-nya bukan romance ataupun comedy. Banyak pesan moral yang terkandung di dorama ini🙂 Oh iya, durasi setiap episode dorama ini seperti biasa hanya sekitar 46 menit saja. Kalau ada waktu senggang, tontonlah dorama ini.

Sekian review dorama kali ini.

再见!

signatureblack

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s