Mau jadi apa?


Mau jadi apa?

Pertanyaan yang sering dilontarkan baik oleh keluarga maupun teman-teman kita ketika kita telah berada di penghujung bangku perkuliahan. Ketika mendengar pertanyaan tersebut, otomatis otak kita akan memikirkan jawaban yang tepat. Berbagai hal terlintas di kepala – mulai dari kerja, lanjut kuliah lagi, bahkan mungkin menikah. Tentunya pertanyaan tersebut tidak hanya berhenti sampai di situ. Bila kita menjawab akan bekerja pasti pertanyaan berikutnya adalah kerja dimana? Bila kita menjawab akan lanjut kuliah, pertanyaan berikutnya adalah kuliah dimana? jurusan apa? Dan bila kita menjawab menikah…well, yang ini saya belum kepikiran kelanjutannya bakal ditanya apa😛

Mau jadi apa?

Pertanyaan ini terngiang-ngiang di benak saya sejak bulan Juli 2011. Setelah menyelesaikan sidang Tugas Akhir saya, pertanyaan ini sempat terlontar oleh beberapa orang kenalan saya. Ketika diberikan pertanyaan tersebut, saya dapat menjawab dengan penuh percaya diri “mau kuliah lagi melanjutkan fasttrack“. Saat itu, saya berpikir jawaban tersebut sudah cukup menjawab pertanyaan tersebut. Tapi ternyata, kenalan saya tersebut kemudian bertanya lagi “terus kalau fasttrack-nya sudah beres, mau jadi apa?”. Pertanyaan itu cukup membuat saya terdiam cukup lama. Bingung. Sejujurnya saya belum memiliki rencana ke depan ketika saya telah menyelesaikan fasttrack ini. Beberapa pilihan terlintas di benak saya, yaitu:

  1. Kuliah S2 lagi tapi kali ini yang berkaitan dengan bisnis dan pastinya di luar Indonesia. Sampai saat ini saya ingin ke Taiwan atau Hongkong. Intinya ke negara Asia dimana saya bisa meningkatkan kemampuan berbahasa mandarin saya.
  2. Belajar bahasa mandarin. Sempat terpikirkan untuk mengambil kuliah bahasa mandarin di China.
  3. Kerja di perusahaan konsultan. Tawaran kerja yang sempat saya peroleh di bulan Juni 2011 kemarin cukup menarik dan saya memang ingin mencoba bekerja di sana. Sayangnya, tawaran itu datang pada saat saya harus melanjutkan fasttrack jadi tawaran tersebut tidak saya terima😦
  4. Mulai membuat perusahaan sendiri. Saya memiliki keinginan membangun perusahaan sendiri tapi bukan perusahaan seperti software house. Tidak. Gambaran perusahaan yang ada di pikiran saya adalah semacam perusahaan konsultan. Tapi belakangan ini, membuat game juga tampak menarik bagi saya. Makanya hal ini jadi tidak pasti.
  5. Travelling. Saya ingin jalan-jalan ke luar negeri setelah selesai fasttrack. Liburan. Liburan yang selama ini sangat jarang saya dapatkan selama kuliah 5 tahun ini. Tapi pilihan yang ini sepertinya agak mustahil dijalankan tahun ini mengingat saya tidak memiliki dana yang cukup untuk bepergian ke luar negeri.

Dilema. Itu yang saya rasakan sampai saat ini. Memikirkan apa yang seharusnya saya lakukan ketika sudah selesai kuliah. Kontrakan saya di Bandung juga hanya sampai bulan Juni ini. Begitu selesai bulan Juni, saya harus angkat kaki dari kontrakan saya dan saya memang tidak berniat untuk melanjutkan kontrakan ini (karena satu dan lain hal). Setelah kontrakan saya habis, saya akan tinggal dimana? Mungkin saya bisa tinggal di rumah 哥哥 yang ada di Sekelimus. Mungkin saya bisa mencari kost-an lagi untuk sebulan dua bulan. Tapi sampai kapan saya akan ada di Bandung? Jujur saja saya tidak memiliki keinginan untuk tinggal seterusnya di Bandung. Tidak. Saya tidak ingin menetap di Bandung. Saya juga tidak memiliki keinginan untuk pulang dan menetap di Makassar. Well, it’s a big NO NO! Berlibur ke Makassar masih oke tapi kalau sampai saya disuruh pulang dan menetap di Makassar, saya pasti akan menolaknya.

Sejak oktober 2011, saya mengikuti les vokal di Elfa Music School. Saya memang suka menyanyi dan karena belum pernah merasakan les vokal jadi saya memutuskan untuk mencobanya dan ternyata memang menyenangkan. Terpikirkan oleh saya ketika saya sudah selesai kuliah maka les vokal dan les mandarin ini pun harus dihentikan. Tapi, saya merasa sayang untuk menghentikannya. Les mandarin saya saat ini sudah level 6. Saya ingin menyelesaikan les mandarin ini sampai ke level tertinggi. Namun, jika saya ingin melanjutkannya maka sudah pasti sehabis kuliah saya masih harus tinggal di Bandung dan otomatis mencari kerja di Bandung.

Mau jadi apa?

Sampai beberapa bulan yang lalu, tekad saya masih bulat yaitu setelah menyelesaikan fasttrack ini saya akan langsung melanjutkan kuliah S2 lagi di luar negeri. Saya bahkan sudah sempat mencari informasi mengenai kuliah tersebut. Akan tetapi, setelah diterpa tugas dan ujian dan berkaca dari motivasi belajar saya yang sangat menurun, tekad saya mulai tidak bulat lagi. Sanggupkah saya untuk belajar lagi langsung setelah saya baru saja menyelesaikan magister saya? Rasanya seperti belajar tanpa henti dan saya sudah bosan belajar. Seandainya ada kuliah yang tidak perlu ujian dan tidak perlu mengerjakan tesis😛

Tapi keinginan untuk keluar dari negeri ini juga begitu besar dan masih belum padam dalam diri saya. Saya sangat ingin keluar dari negeri ini. Keluar dari Makassar tidak lagi cukup bagi saya. Dulu ketika SMA, keluar dari Makassar merupakan keinginan terbesar saya dan akhirnya tercapai. Perasaan yang ada ketika SMA dulu kembali muncul. Keinginan untuk keluar – tapi bedanya kali ini keluar dari Indonesia dan bukan keluar dari Makassar. Satu-satunya alasan yang membuat saya bisa keluar adalah belajar. Ya, belajar. Untuk kerja rasanya cukup sulit jika ingin melamar kerja di luar apalagi di negara yang saya inginkan. Belajar menjadi alasan yang dapat saya gunakan untuk keluar. Akan tetapi, motivasi belajar saya saat ini yang tidak mendukung alasan tersebut.

Hidup ini pilihan. Hal itu yang sering saya dengar. Kita harus berani memilih dan setiap pilihan punya konsekuensi tersendiri. Pilihan. Itulah yang sedang berusaha saya buat. Menimbang-nimbang di berbagai sisi. Membuat pilihan rasanya sangat sulit. Kadang terpikir untuk berkonsultasi, tapi belum menemukan orang yang tepat untuk berkonsultasi.😦

Anyone?

9 thoughts on “Mau jadi apa?

  1. erwin says:

    coba ikut share yah…..
    kenalin,g erwin…….keluarga g pernah tinggal d bandung juga thn 2004-2010….tepatnya di sekitar pasteur……g juga pernah mengalami kondisi seperti u…..selesai s1 di jakarta bingung,mau kuliah lagi,mau kerja atau mau usaha……di tanya mau jadi apa juga g gak bisa jawab…….cuma bisa doa dan ajaibnya selalu Thn buka jalan…..so let it flow aja…….kuncinya kalau ada orang lain membutuhkan bantuan kita,bantulah semaksimal mungkin dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan……dan meskipun kita sendiri dalam keadaan serba kekurangan…..yg g alami,gak pake lama, Thn langsung buka jalan dengan hal2 yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya……………..

    ok,g lanjutin cerita ttg hidup g…..waktu itu feb tahun 2006,g lulus s1 teknik,karena no idea,di antara pilihan kuliah lagi,kerja,atau merintis usaha, g pilih kuliah lagi di bandung….sambil menunggu dimulainya pendaftaran dan tahun ajaran baru, g les toefl (supaya gak seteres menganggur)…..waktu itu ada seorang teman di kampus yang meminta bantuan membuat program database untuk proyek skripsinya,g bantu dia semampu g sampai proyeknya selesai….dan gak pake lama,sekitar 2 hari kemudian,sepulang les toefl,tiba2 ada telp dari sebuah perusahaan di cikarang yang menawarkan pekerjaan dengan gaji cukup lumayan….padahal sebelumnya g gak pernah ngelamar kerja ke perusahaan apapun….bahkan cv-pun gak pernah bikin…..g gak percaya tentang hoki atau kebetulan…..dari sini g menyadari,kalau Thn yg berkehendak untuk g melangkah ke sana….

    cerita itu terus berlanjut….sampai g berkarir di 3 perusahaan sejak 2006 sampai 2011….setiap transisi pindah kerja,selalu diawali dengan cerita yang sama…ada teman yang kesulitan,n g bantu semaksimal g(baik uang,pikiran,tenaga,waktu) tanpa mengharapkan imbalan……n gak pake lama,karir g berubah secara tiba2…….terakhir g sampai menjadi karyawan di salah satu anak perusahaan astra yang setau g merupakan salah satu perusahaan idaman para pencari kerja…..

    tadinya g berpikir untuk seterusnya berkarir di perusahaan ini…..kalian tahulah…namanya di dunia kerja pasti ada saatnya drop dan ada saatnya happy (misalnya saat bonus tiba..hehehehe),juli 2011 g dilanda stress berat karena beban kerjaan yang terasa sangat berat…..pada saat itu pula ada seorang teman yang kesulitan mencari kerja,dia resign karena terlibat skandal di dalam perusahaan tempat g bekerja dahulu,walaupun bukan maunya dia terlibat dan sebetulnya bukan kesalahan dia….okelah,g gak ceritakan lebih jauh karena menyangkut masa lalu orang lain……

    waktu itu g coba untuk mencarikan dia pekerjaan sebisa g,melalui semua kenalan2 dan teman2 yang ada…..walaupun g sendiri sedang sibuk2nya dan mental sedang drop karena tekanan pekerjaan yang bertubi-tubi……..dan hasilnya, keajaiban terjadi kembali….3 hari kemudian ada seorang prof. di swiss yang menawarkan untuk kuliah s2 di sana….karena udah biasa kerja dan mandiri,g sebetulnya males untuk kuliah lagi…..g ajukan beberapa alasan untuk menolaknya secara halus……dengan alasan,biaya hidup di sana sangat tinggi, tidak ada saudara/kenalan di sana, biaya kuliah mahal,visa pelajar yang gak mungkin jadi secara instant(waktu itu akhir juli 2011,sedangkan kuliah dimulai awal sept 2011),masalah bahasa(bahasa lokal disini italian,g gak ada basic italian sama skali) dll…….

    namun semua alasan itu terjawab sampai g gak punya alesan lagi buat menolak kesempatan ini……singkat cerita keajaiban demi keajaiban terjadi,visa bisa dikabulkan secara instant (padahal banyak travel agent yg bilang mustahil untuk visa dikabulkan dalam waktu sesingkat itu), g kuliah, dapet pekerjaan yang cukup untuk membiayai hidup di negeri yang serba mahal ini,sampai hal2 yang detail seperti ijin tinggal,kendaraan (g bisa punya motor di sini tanpa beli) dan akhirnya sekarang g cuma bisa bengong atas semua yang telah terjadi….sungguh2 luar biasa…..gak pernah terpikirkan sebelumnya kalau jalan hidup g seperti ini……

    baru kuliah 1 semester,sekarang udah beberapa teman dan saudara yang menanyakan,abis lulus kuliah di sini mau pulang n kerja di indonesia atau mau karir di eropa?kali ini jawaban g udah mantap…..Tuhan yang akan mengaturnya…..tugas g,jalankan apa yang di depan mata sebaik2nya…..

    semoga tulisah gajebo ini bisa menginspirasi banyak orang…..

    kalo mau contact g,g terbuka untuk sharing….silahkan email ke r_weens@yahoo.com
    GBU

  2. Krishna says:

    entah knapa di hari minggu ini tiba2 baca blog mu..😛
    hahaha…

    yaa.. selamat memilih mita..
    gw jg tipe2 org yg “sulit memilih”.. mau jadi apa?? *cowok pdhl* -.-”
    sulitnya bukan karena memilih antara “BAIK” dan “TIDAK BAIK”..
    tapi lebih sulit lagi karena memilih “BAIK” sama “BAIK”..😀

    Biasanya sih org yg berpikir panjang *untung ruginya*, sebelom memilih.. gak akan nyesel sama pilihan tsb.😛 ==> org kyk gw / kayak u.. hehehe..

    tp awas. “tidak membuat pilihan” juga adalah sebuah pilihan, dan akan ada konsekwensi thdp pilihan tsb..

    hahaha.. in my humble opinion..
    ok met hari minggu mit..

    • hohoho..blog saya jadi terkenal deh😀
      iya nih bahkan sampai sekarang suka galau sendiri memilih sesuatu..kalo uda jelas baik/buruk sih uda ga galau..tapi kalo dua2nya baik dan menguntungkan jadi galau😥

      selamat hari minggu juga😀

  3. Deni says:

    Malem tahun baru, lg random trus search di duckduckgo.com dgn keyword “mau jadi apa” nyasar d blog ini trus baca, ternyata banyak jg yg bertanya2, kyanya ada keinginan yg tetap tp jg ada yg enggak cm sekarang mau ngapain jg masi random, hmm sepertinya harus ada motivasi untuk buat sesuatu dlu baru step by step d lakuin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s