New Year’s Eve in Bandung


Holaaaaa..好久不见了!

Rasanya sudah cukup lama saya tidak menulis apapun di blog ini. Bukannya bermaksud menelantarkan akan tetapi padatnya tugas kuliah yang ada apalagi menjelang minggu uas cukup membuat saya super capek dan cukup pula membuat saya merasa “eneg” dengan kegiatan wording.

Tahun 2012 merupakan tahun ke-5 saya berada di Bandung (tepatnya 4.5 tahun sampai saat ini). Selama itu pula saya belum pernah sekalipun merayakan tahun baru di kota kelahiran saya – Makassar. Saya termasuk orang yang tidak antusias untuk merayakan tahun baru. Mengapa? Mungkin karena malam tahun baru identik dengan kemacetan dan berisik (bunyi terompet dan kembang api dimana-mana). Selama di Makassar juga rasanya keluarga saya tidak merayakan tahun baru seperti orang lain dimana mereka keluar pada malam tahun baru, ikut menyaksikan kembang api, dan membunyikan terompet. Malam tahun baru saya di Makassar selama ini layaknya malam-malam biasa, yang membedakan hanya saya membutuhkan usaha ekstra untuk bisa tidur di malam tahun baru karena super berisik😐

Sejak saya pindah ke Bandung untuk berkuliah, malam tahun baru saya menjadi sedikit berbeda. Berikut ini akan saya paparkan cerita malam tahun baru sejak malam tahun baru 2008 sampai malam tahun baru 2012😀

Malam tahun baru 2008

Malam tahun baru pertama saya di Bandung. Terperangkap di kamar kosan sambil berusaha memahami kalkulus (menjelang uas kalkulus). Teman kosan saya sempat melongokkan kepala ke dalam kamar saya dan bertanya apakah saya tidak pergi kemana-mana? Dia juga sempat mengajak saya untuk ikut bersamanya merayakan tahun baru namun ajakan tersebut saya tolak sebab saya tidak ingin menjadi “nyamuk” di antara dia dan pacarnya. Hujan deras pun turun dan akhirnya saya memutuskan berhenti belajar kalkulus dan menikmati malam tahun baru sendirian ini. Komputer dinyalakan dan musik pun diputar. Suara musik beradu dengan hujan super keras. Tidak masalah memutar musik kencang berhubung tidak ada orang di kosan😛 Menatap monitor sejenak sambil memutuskan mau melakukan apa dan akhirnya memainkan salah satu game house sampai tengah malam kemudian tidur. Sungguh malam tahun baru yang super sendirian.

Malam tahun baru 2009

Beberapa hari menjelang malam tahun baru 2009, saya mendapat kabar kalau orangtua dan keluarga 大姐 akan datang ke jakarta dan kami akan liburan bersama. “Oh, tahun ini akan berbeda dari tahun lalu” begitulah pikiran yang terlintas di benak saya begitu mendengar kabar tersebut. Saya pun berangkat ke jakarta dan ikut menjemput kedatangan mereka di bandara. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Lembah Hijau. Saya lupa tepatnya Lembah Hijau itu dimana, tapi itu merupakan kawasan vila yang biasanya digunakan berlibur. Sebelum ke Lembah Hijau, kami singgah ke Taman Safari dan mengamati berbagai binatang yang ada – tentunya dengan menggunakan mobil. Sesampainya di vila, kami langsung berberes dan seperti biasa saya dipekerjakan untuk mengangkat barang-barang dari mobil ke dalam vila. Suasana cukup berisik mengingat banyaknya ponakan saya (8 orang pada saat itu) dan semuanya masih bocah (bahkan ada yang masih bayi). Menghabiskan satu atau dua hari di Lembah Hijau dan kemudian keluarga kami berpindah ke daerah…hmm..sejujurnya saya tidak ingat nama daerahnya. Kami pindah ke sana dan melanjutkan liburan selama 1 atau 2 hari. Perlu diketahui bahwa ingatan saya jangka pendek jadi sulit mengingat hal-hal yang sudah terlalu lama😛 Berikut ini foto keluarga saya ketika berlibur. Bisa dibayangkan betapa berisiknya mengingat banyaknya bocah yang ada.

Malam tahun baru 2010

Malam tahun baru 2010 hampir serupa dengan malam tahun baru 2009 dimana orangtua dan keluarga 大姐 kembali datang untuk berlibur. Pilihan tempat berlibur pun masih sama – Lembah Hijau. Entah apa yang membuat kakak saya menyukai tempat tersebut. Urusan makanan dan tempat tinggal diatur oleh 二姐 dan 三姐. Berbagai peralatan masak serta bahan makanan dibawa sehingga kami pun menyantap makanan di dalam vila. Ah! Ada satu perbedaan besar dengan malam tahun baru 2009. Saat ini saya sudah mempunyai Levo😀 dan saya membawa Levo ikut berlibur karena satu alasan penting yaitu saya mempunyai tugas pengganti UAS AKI dimana tugasnya adalah membuat 3 dokumen yaitu Business Requirement Document, Business Use Case Description, dan System Use Case Description. Tugasnya individu dan super banyak😦 Penderitaan tidak berhenti sampai di situ saja karena mengingat saya termasuk angkatan pertama dari jurusan Sistem dan Teknologi Informasi (STI) ITB, maka tidak ada panduan ataupun contoh tugas yang sudah pernah ada mengenai ketiga dokumen tersebut. Jadilah saya menghabiskan liburan saya di vila dengan mengambil posisi di pojokan (karena colokannya hanya ada di pojokan😐 ) dan mengerjakan tugas buta arah karena tidak ada panduan dan tidak ada koneksi internet😦 Kondisi vila masih berisik dengan jumlah bocah yang banyak. Saya sempat memarahi bocah-bocah tersebut karena mereka main bola di dekat saya yang sedang mengerjakan tugas. Akhirnya setelah dimarahi, mereka keluar ke halaman untuk bermain (dasar bocah :|).

Pada malam hari, suasana di sekitar vila sangat ramai. Ternyata, dari pihak manajemen vila membuat acara tahun baru yang melibatkan pengunjung vila. Kami juga mendapatkan tiket untuk menghadiri acara makan malam yang dibuat oleh pihak manajemen tersebut, tetapi tiketnya hanya untuk 2 orang. Pihak manajemen vila membuat panggung dan kemudian melakukan berbagai kuis dan acara hiburan lainnya. Salah satu acara paling berisik adalah bermain gamelan dan menyanyikan lagu tradisional. Saya merasa super amat sangat terganggu dan tidak bisa berkonsentrasi mengerjakan tugas saya karena nyanyian dan bunyi gamelan tersebut. Merasa masih kurang meriah, diadakan pula sesi menyanyi bebas bagi sukarelawan yang ingin maju ke atas panggung. Itu sungguh mimpi buruk. Semua sukarelawan yang maju menyanyi dengan suara yang tak dapat digambarkan lagi serta not-not yang meleset. Lengkap sudah penderitaan saya di malam tahun baru. Saya juga menjadi satu-satunya orang yang tidak tidur dan membukakan pintu bagi para pria yang pergi menghadiri acara tahun baru tersebut. Adanya tugas super itu membuat saya tidak menikmati liburan ini😐

Malam tahun baru 2011

Sejak sehari sebelum natal, saya berangkat ke jakarta karena diajak untuk misa natal bersama dengan 三姐. Di rumahnya yang baru terpasang pohon natal super besar dan sangat bagus. Berikut ini gambar pohon natalnya😀 Saya mengikuti misa natal anak-anak di Katedral Jakarta😛 Hal ini disebabkan karena ada oknum yang terlambat bangun sehingga tidak jadi mengikuti misa natal pagi hari. Masih teringat jelas di kepala saya, pastor yang memimpin ekaristi natal pada saat memberikan homili sempat menyanyikan lagu C.I.N.T.A dan juga lagu “Ya sudahlah” milik Bondan Prakoso dan Fade 2 Black😀

Malam tahun baru 2011 dihabiskan dengan makan di mall ntah apa kemudian menonton “Avatar – The Last Air Bender” versi movie di rumah sambil minum wine😀 Begitulah kegiatan malam tahun baru dan setelah selesai nonton, saya harus berjuang untuk tidur karena lagi-lagi super berisik dengan bunyi petasan dan kembang api.

Malam tahun baru 2012

Malam tahun baru 2012 saya habiskan dengan melakukan kegiatan bakar-bakar di rumah kakak laki-laki yang ada di Sekelimus. Jam setengah 8 malam saya dijemput 哥哥 dan kemudian memulai perjalanan ke rumahnya. Jalanan sungguh sangat ramai dan penuh manusia. Sampah berserakan dimana-mana dan macet. Saya heran mengapa orang-orang ini rela keluar rumah dan bermacet-macet ria serta berdesak-desakan di malam tahun baru ini. Sesampainya di tempat tujuan, ternyata ponakan saya sudah tidur pulas. Kami bertiga – saya, 哥哥, dan istrinya mulai melakukan bakar-bakar. Saya bertugas mengoles-ngoles apapun yang akan dibakar dengan mentega dan kecap dan terkadang mengolesnya dengan saus teriyaki😛 Bahan-bahan yang dibakar adalah cumi, udang, ayam, dan jagung. Setelah selesai membakarnya, kami lalu menyantap makanan tersebut dengan nasi tentunya dan soda (untungnya ada fanta, karena saya tidak menyukai soda dan fanta masih bisa ditolerir). Cumi dan udangnya sedikit keras dan cukup sulit dicabut dari tusukannya namun overall makanan yang dibakar tersebut cukup enak dan mengenyangkan perut. Kami menyantap makanan sambil menonton “Transformer 2: Revenge of The Fallen” yang diputar di TransTV. Setelah selesai menyantap makanan, saya masih melanjutkan sesi makan dengan memakan jeruk😀 Ketika film selesai diputar (kira-kira jam 01.30 WIB), saya diantar pulang oleh 哥哥 dan selesailah perayaan malam tahun baru 2012 saya😀

Begitulah kisah malam tahun baru saya dari malam tahun baru 2008 sampai malam tahun baru 2012 ini. Saya tidak terbiasa membuat resolusi tahun baru apapun. Satu harapan yang ada setiap pergantian tahun adalah semoga saya bisa lebih baik lagi dari tahun sebelumnya entah dari segi apapun (harapan yang terlalu sederhana)😛 Hmm, merasa tulisan kali ini sudah cukup panjang dan disertai dengan foto pula, maka saya pun akan mengakhiri tulisan ini.

再见!

2 thoughts on “New Year’s Eve in Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s