Birokrasi


Tulisan kali merupakan POV saya mengenai birokrasi yang ada di seluruh beberapa perusahaan/organisasi/institusi di Indonesia.

Pagi tadi saya berangkat menuju sebuah tempat yang cukup besar yang ada di daerah Bandung ini. Tepatnya di dekat jembatan layang. Awalnya setelah menempuh perjalanan yang cukup lama dengan naik angkot 2x sampailah saya di tempat tersebut. Bingung mau masuk darimana karena baru pertama kali datang ke tempat tersebut, saya pun dengan pedenya masuk dan mencari tempat bertuliskan “Informasi”. Sesampainya di meja depan Informasi, tidak ada orang di situ. Berdiri – menatap berkeliling – celingakcelinguk seperti anak hilang. Akhirnya ada satu mas-mas yang mendatangi saya dan bertanya “Mau ngapain?”

Saya pun menjelaskan maksud kedatangan saya. Sepertinya saya sempat salah memilih kata karena wajahnya untuk sesaat terkejut ketika mendengar saya mengatakan kata yang salah tersebut. Namun, setelah dijelaskan lebih lanjut, si mas-mas pun mengatakan “Wah, itu harus lewat bagian depan mbak, yang dekat jalan layang”. Setelah mengucapkan terima kasih, saya dan seseorang (perginya tidak sendirian) berjalan mengitari kompleks yang besar itu demi mencapai tempat bernama “Humas”. Setelah sampai di bagian depan bangunan yang dimaksud mas-mas tersebut, ternyata pintunya dikunci😐 Mulai berjalan ke samping berharap ada pintu yang dibuka. Ternyata memang ada pintu yang dibuka. Masuklah saya ke dalam. Di dalam ternyata sangat luas. Banyak kantor dengan papan nama bergantungan. Keliling-keliling tidak menemukan tempat bernama “Humas”😐

Mulai mencari bapak-satpam-baik-hati namun penampakan satpam pun tak ada😦 Akhirnya setelah mondar-mandir saya pun bertanya ke bagian loket. Ibu dan Bapak yang ada di loket menjelaskan bagian Humas ada di dekat tangga lobby. Kembali ke titik awal dekat tangga lobby pun masih celingukan tidak melihat tulisan “Humas”. Akhirnya teman saya melihat ada tulisan Humas dan ternyata kantor Humas tersebut sangat dekat dari pintu utama yang dikunci tadi😐

Masuk ke sana, ditanya mau ngapain dan akhirnya disuruh ke Bagian Tata Usaha (ini mulai nyebelin, direfer kemana-mana). Setelah sampai di Bagian Tata Usaha, semua pegawainya tampak sibuk dan tidak ada yang peduli dengan dua-bocah-yang-berdiri-di-depan-pintu-kantornya karena bingung langsung masuk atau gimana. Berdiri cukup lama di depan kantor tersebut, saya dan teman saya pun melangkahkan kaki ke dalam. Bertanya pada seorang mas-mas yang lagi sibuk fotokopi berkas entah apa dan direfer ke Ibu-ibu yang lagi duduk menatap laptop. Berbicara ke ibu yang dimaksud malah direfer lagi ke Ibu yang ada di depannya. Ketika saya berbicara dengan Ibu yang dimaksud lagi itu tampangnya amat-sangat-tidak-bersahabat (dari sisi pandangan saya, ntah kalo dari pandangan teman saya).

“Bawa surat pengantar dan proposal?” tanya si Ibu acuh tak acuh gitu (Sepertinya malas melayani bocah😦 )

“Bawa Bu” sambil mau mengeluarkan dari dalam tas.

“Ditujukan ke Direktur Utama?(kalo ga salah ingat)” tanya si Ibu lagi.

“Eh, kata anak yang sudah ke sini ditujukannya ke bagian sumber daya manusia” jawab saya.

“Tidak bisa. Harus ke Direktur Utama. Nanti kalau sudah disampaikan ke sana, Direktur sendiri yang menunjuk bagian yang bersangkutan untuk membantu. Buat surat ditujukan ke direktur tapi disampaikannya ke sini”

Saya pun mengucapkan terima kasih dan keluar. Ya ampun, hanya untuk melakukan wawancara yang mungkin hanya 1x dan paling lama 1 jam saya harus melalui jalur birokrasi serumit itu. Surat yang saya buat pun harus dibuat ulang karena ditujukan ke orang yang salah dan itu memakan waktu 3hari untuk membuat ulang suratnya.😐

Hal yang sama juga pernah saya alami di tempat yang serupa namun lebih kecil. Di sana saya hanya disuruh menunggu dan bolak-balik ke sana demi mencari tahu apakah permohonan saya diterima atau tidak dan akhirnya tidak diterima.

Hal lain yang sama pula terjadi sewaktu saya kerja praktek. Mengurus identity card saja ribet. Bolak-balik Bandung-Jakarta, terus harus ke tempat yang entah apa namanya, duduk menunggu di sana berjam-jam dan akhirnya juga dikasih identity card bekas orang lain yang hanya dicabut fotonya kemudian ditempel foto saya dan namanya pun ditempel pakai kertas😐

Tidak hanya di institusi/organisasi/perusahaan berorientasi uang tapi ini juga terjadi di institusi pendidikan. Salah satu contohnya ketika saya mendapatkan tugas sebuah mata kuliah untuk mengadakan wawancara ke institusi pendidikan. Saya dan teman-teman kelompok saya pun memilih salah satu institusi pendidikan yang cukup dekat dengan tempat saya kuliah. Di sana kami harus membawa surat. Ketika sudah membawa surat disuruh menunggu berhari-hari dan kami yang harus selalu mengecek apakah surat kami sudah disampaikan atau belum.😐

Di tempat saya mengenyam pendidikan sekarang pun terjadi hal yang sama. Mau minta data untuk tugas pun harus menggunakan surat dan tidak langsung dilayani. Berbagai macam pertanyaan diajukan. Dimintain surat macam-macam barulah akhirnya diberikan apa yang diminta.

Kenapa birokrasi harus selalu dipersulit?

Hal yang paling menyebalkan adalah ketika dioper sana-sini tidak jelas.

“Oh, silahkan menghubungi bapak itu”

“Ke bagian yang sana aja”

“Bukan bagian ini, harusnya ke yang sana”

“Suratnya harus ditujukan ke XXX”

“Masukin suratnya harus lewat sini”

“Waktu prosesnya ya paling cepat 3 hari”

Okelah di semua perusahaan pasti banyak yang dikerjakan dan tidak semuanya instan apalagi untuk seorang bocah-ntah-darimana. Namun, itu bukan berarti semua jalur birokrasi harus dipersulitkan?

Selang waktu antara menyampaikan surat sampai akhirnya mendapatkan persetujuan/penolakan saja bisa sampai berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Sudah gitu direfer kemana-mana yang ga jelas adanya😐

Semua butuh proses. Oke butuh proses tapi ga berarti harus dibuat ribet, muter-muter dan dipersulit.

Haah.. Gini-gini yang bikin malas masalah surat-menyurat😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s