Curhatan di kala menulis TA


Final Project a.k.a. Tugas Akhir merupakan sebuah hal yang wajib dikerjakan mahasiswa S1 agar dapat diwisuda..

Ntah mengapa sama sekali belum ada niat untuk mengerjakan TA ini😥 padahal melihat teman-teman yang lain begitu semangat mengerjakan dan selalu bimbingan dengan rajin sedangkan saya sendiri malas-malasan. Bab 1 pun dikerjakan dengan cepat karena ada deadline. Bab 2 baru mengalami kemajuan amat sangat sedikit😥

Masih belum yakin apa yang ingin dilakukan ketika sudah lulus. Mungkin itu penyebabnya kenapa belum punya semangat tinggi untuk mengerjakannya. Belakangan ini punya pemikiran ingin melanjutkan kuliah S2 di negeri orang namun hal itu masih mengganjal di pikiran. Selain masalah biaya juga merasa ilmu yang dimiliki sekarang belum mencukupi untuk bisa pergi ke negeri orang. Bahasa inggris masih kacau, gimana mau tes TOEFL?

Selain itu bertanya-tanya dalam hati, benarkah masih ingin belajar?Masih punyakah semangat untuk belajar?Kuliah sekarang aja semangatnya jauh berbeda dengan waktu masih SMA dulu.

Seharusnya tidak boleh mengeluh karena masih banyak orang lain yang tidak dapat mengenyam pendidikan walaupun sangat menginginkannya. Selama ini selalu berusaha bersyukur atas apa yang telah didapatkan. Namun entah mengapa selalu merasa diri sendiri itu sangat kurang. Sering merasa minder dengan teman-teman lain karena berbagai hal. Padahal banyak teman yang ngomong kalau saya tergolong cukup cerdas. Tapi masalahnya saya sendiri tidak punya kepercayaan diri untuk mengatakan “Ya, saya memang cerdas”. Selalu merasa kurang. Selalu ingin lebih dan lebih tapi usahanya selalu tidak maksimal.

Terkadang lebih banyak pasrah pada keadaan dan nasib. Ya ikuti sajalah kemana takdir membawamu. Selama ini juga berpegang pada prinsip “Semua akan selesai pada waktunya” dan memang selama ini semua tugas maupun ujian selesai pada waktunya. Berpegang pada prinsip itu seakan menunjukkan gw ga punya passion apa-apa. Ga punya tujuan hidup yang jelas. Mengalir begitu saja.

Menentukan topik tugas akhir pun rada bingung dan butuh bantuan dosen dulu baru bisa jelas topiknya. Padahal dari dalam diri sendiri pengen lulus Juli bahkan kalau bisa lulus April. Tapi kalau sudah lulus mau ngapain? Belum terpikirkan. Mau kerja? Ga juga. Pengennya sih liburan jalan-jalan😛

Salah seorang teman menceritakan tentang program Indonesia Mengajar. Sedikit banyak lumayan tertarik dengan program tersebut karena sejak dulu sudah diperkenalkan dengan dunia mengajar oleh jie jie dan sudah lama juga ga ngajar😀 Trus ada keinginan lain juga pengen kerja di perusahaan konsultan tapi kalau yang itu butuh ilmu ekstra dari yang sekarang sudah dimiliki.

Sekarang pun ragu mau melanjutkan fasttrack atau ga. Lebih tertarik untuk berpindah dari negeri ini. Ingin mencoba tinggal di negara orang lain.

Tadi habis menamatkan sebuah drama korea berjudul “Coffee Prince” (bagus loohh :D)

Dari situ banyak mendapatkan pandangan-pandangan baru. Wanita pun ada yang sangat berdedikasi tinggi pada pekerjaannya sehingga tidak mau dikekang sampai-sampai menolak menikah dengan orang yang sangat disayanginya. Ada juga wanita yang sangat mandiri bahkan tidak mau menerima bantuan dari siapapun termasuk pacarnya sendiri. Kalau dipikir-pikir, saya pun bisa menjadi wanita seperti itu. Wanita yang lebih memilih mengejar seluruh keinginan dan mimpinya dibandingkan harus terikat dengan sebuah tempat dan sebuah hubungan. Mungkin itu salah satu penyebab kenapa saya sangat susah untuk memulai sebuah hubungan baru. Tidak mau dikekang. Tidak mau terbatas. Ingin bebas melakukan apapun.

Entah mengapa (lagi-lagi entah mengapa) saya merasa tahun depan saya sudah tidak akan ada di sini lagi. Benar-benar ingin keluar. Ingin terbang ke tempat lain. Yah satu langkah yang akan saya ambil sepertinya adalah mengikuti les preparation TOEFL. Tapi dipikir-pikir dulu deh soalnya butuh biaya yang cukup besar kecuali tiba-tiba Santa datang dan memberikan sekotak besar duit😛

Kemarin saya menghadiri perayaan ulang tahun seorang teman yang dikenal di tempat les mandarin. Dia anak tunggal. Bercermin dari dia, saya mensyukuri punya banyak jie jie dan gege walaupun perbedaan umurnya cukup jauh dan jarang ngobrol satu sama lain tapi setidaknya saya punya saudara yang bisa jadi tempat saya bertanya dan bercerita.

Yah seharusnya saya saat ini sedang mengerjakan bab 2 TA saya, tapi apalah daya tak ada niat jadi baru bertambah satu paragraf saja dan di sinilah saya sekarang — menulis blog –.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s