X: “Eh, kamu kuliahnya jurusan informatika kan yah?”
Y: “Iya, kenapa?”
X: “Tolong perbaiki komputerku donk. Dari kemarin ga bisa nyala nih. Ga tau kenapa.”
Y: ……
A: “Tolong perbaiki printer gw donk”
B: “Eh? Gw ga tahu cara perbaiki printer. Dibawa ke tukang reparasi komputer aja”
A: “Gimana sih? Katanya jurusan informatika, belajar komputer, tapi ga bisa perbaiki printer. Ngapain aja selama kuliah?”
B: ……
Jika Anda berkuliah di jurusan informatika, maka Anda pasti pernah mengalami percakapan di atas. Walaupun jurusan informatika mulai dikenal luas, tapi masih banyak orang yang salah mengerti tentang jurusan ini. Saya sendiri seringkali mengalami kejadian di atas walaupun saya bukan jurusan informatika
Tapi biasanya karena salah saya sendiri sih. Kalau ditanya saya jurusan apa, saya seringkali menjawab “Informatika”. Kenapa? Bukannya tidak bangga dengan jurusan sendiri (FYI, saya dari jurusan Sistem dan Teknologi Informasi), tapi jurusan saya itu tergolong baru dan tidak banyak orang yang mengetahui jurusan saya. Saya sendiri merupakan angkatan pertama jurusan tersebut. Jadi, daripada susah-susah menjelaskan apa itu jurusan Sistem dan Teknologi Informasi ke orang-orang yang bertanya, lebih mudah menjawab saya dari Informatika, toh mata kuliahnya masih ada yang sama
Berawal dari saya sering menjawab kalau saya dari jurusan Informatika, teman-teman saya yang tidak sejurusan seringkali menghubungi saya ketika komputer mereka rusak atau tidak bisa menjalankan file tertentu di komputernya. Well, awalnya saya masih senang saja membantu jika saya bisa, tapi lama-lama menyebalkan juga ketika saya bilang saya tidak tahu kenapa bisa rusak dan malah ditanya balik kalau gitu selama ini kuliah ngapain aja
Bahkan kakak-kakak saya juga seringkali masih meminta saya memperbaiki komputer bahkan printer mereka yang rusak. Terkadang malah bertanya bagaimana cara mengoperasikan aplikasi tertentu dan membuka file tertentu.
Informatika tidak sama dengan tukang reparasi komputer. Tidak ada mata kuliah “Memperbaiki Komputer” atau mata kuliah “Memperbaiki Printer”. Kalau ditanya di kuliah diajarin apa, ya yang diajarin itu lebih ke arah konsep. Konsep membuat aplikasi yang baik, basis data, interaksi manusia-komputer, dan mungkin beberapa konsep pemrograman.
Malah ada juga yang berkomentar, “Loh, sebagai anak informatika harusnya tahu donk tentang komputer. Kan diajarin bagian-bagian komputer”. Seingat saya, saya memang diajari tentang arsitektur komputer dan sistem operasi tapi semua yang diajari itu konsep. Di dalam arsitektur komputer yang diajarkan itu berkisar antara registry, block, dan ASM (sejauh yang saya ingat). Tidak ada bagian “ini Harddisk”, “ini RAM”, “ini Motherboard”, “ini VGA Card”, dan tidak ada pelajaran merakit komputer dari komponen-komponennya itu. Jika ada anak informatika yang tahu cara merakit komputer, ya itu hasil belajar sendiri dan karena memang dia tertarik. Saya sendiri tidak tertarik jadi pastinya saya tidak tahu cara merakit komputer dan kurang tahu hal-hal mengenai hardware komputer.
Memang benar anak informatika punya informasi lebih mengenai komputer dan bisa dibilang mereka rada “geek”. Hal ini yang menimbulkan kesan mereka tahu segala sesuatu tentang komputer. Tapi bukan berarti mereka pasti tahu cara memperbaiki komputer atau printer rusak. Kalau komputer atau printer Anda rusak, maka saran saya adalah bawa komputer atau printer Anda ke tukang reparasi komputer.
Sekian cuap-cuap saya kali ini.
再見!

Gw pernah sih disuruh benerin komputer. Hahaha
))))
Tapi ga sampe dikatain kuliah ngapain aja
gw sering dikatain “kuliah ngapain aja, masa benerin komputer aja ga bisa”
graor
gw malah di kantor tiap ada printer ngaco gmn, smua orang pasti nyari gw ~_~”
sama. kalau ditanya kuliah jurusan apa, saya bilang elektro, langsung dibilang bisa benerin tv/komputer/printer donk